Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cegah Zoonosis, Jamin Kualitas Daging Kurban Idul Adha, Pemkab Jembrana Uji Post Mortem

Muhammad Basir • Kamis, 28 Mei 2026 | 09:51 WIB
SUDAH DIPERIKSA : Pemotongan daging kurban di Jembrana. (M.Basir/Radar Bali)
SUDAH DIPERIKSA : Pemotongan daging kurban di Jembrana. (M.Basir/Radar Bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Jembrana tidak ingin kecolongan terkait kelayakan konsumsi daging kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

Baca Juga: Sempat Bikin Panik Pengendara, Sapi Kurban Idul Adha Ngamuk di Gilimanuk, Kabur ke Jalan Raya hingga Ikut "Antre" ke Pelabuhan!

Untuk memastikan kesehatan masyarakat di Gumi Makepung tetap aman, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana menerjunkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan klinis secara berlapis, baik sebelum maupun sesudah pemotongan hewan kurban.

Langkah preventif ini dilakukan massal di sejumlah titik pemotongan. Petugas menguliti satu per satu kondisi fisik hewan untuk mendeteksi dini jika ada indikasi penyakit menular yang berisiko fatal bagi manusia.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan–Kesmavet) Jembrana, Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menjelaskan bahwa setelah melewati pemeriksaan luar (ante mortem), organ dalam hewan yang telah disembelih menjadi sasaran utama pengawasan pasca-kematian (post mortem).

”Begitu hewan kurban dipotong, petugas kami langsung melakukan pemeriksaan post mortem secara menyeluruh dan mendetail. Area organ dalam (seperti hati, paru-paru, jantung) dan kualitas daging dicek ketat untuk memastikan bebas dari cacing hati atau penyakit klinis lainnya, sehingga benar-benar higienis dan aman dikonsumsi masyarakat,” jelas Sugiarta, Kamis (28/5).

Menurut Sugiarta, pengawasan ketat ini bukan sekadar rutinitas di atas kertas. Melainkan bagian dari proteksi dan benteng perlindungan kesehatan masyarakat untuk menghalau penularan penyakit zoonosis—jenis penyakit berbahaya pada hewan yang memiliki kemampuan bermutasi menular ke tubuh manusia.

Dari hasil penyisiran dan pemeriksaan tim dokter hewan di lapangan, secara umum kualitas daging kurban di Kabupaten Jembrana dinyatakan masuk kategori aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Sebelum pisau jagal beraksi, pemeriksaan fisik seperti perilaku hewan, kebersihan, dan tanda klinis juga dipastikan klir.

”Hasil pemantauan berlapis ini memastikan kualitas daging tetap terjaga dan tidak menimbulkan masalah kesehatan atau keracunan pasca-perayaan Idul Adha. Kami tetap mengimbau kepada seluruh panitia kurban di masjid maupun mushola untuk selalu mematuhi rekomendasi petugas di lapangan demi keamanan pangan bersama,” pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#pemeriksaan kesehatan #veteriner #idul adha #tim medis #daging kurban