Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jembatan Rapuh dan Alami Pendangkalan, Nelayan Desak Perbaikan Infrastruktur PPN Pengambengan

Muhammad Basir • Kamis, 11 Juni 2026 | 06:43 WIB
SERBA SUSAH : Suasana di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana. (M.Basir/Radar Bali)
SERBA SUSAH : Suasana di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana. (M.Basir/Radar Bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Nelayan yang menggantungkan hidup di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan kini menjerit.

Mereka berharap kerusakan sejumlah infrastruktur di pelabuhan tersebut segera diperbaiki karena kian menghambat aktivitas melaut.

Baca Juga: Terganjal Tender Ulang, Proyek Rp1,2 Triliun PPN Pengambengan Kembali Molor

Kerusakan paling parah terlihat pada jembatan di pinggir kolam labuh serta adanya pendangkalan yang masif.

Baca Juga: Gubernur Koster Lobi Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Proyek LRT dan Bandara Baru Masuk Perencanaan Nasional

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana, I Made Widanayasa. Menurutnya, kerusakan infrastruktur di dalam areal PPN Pengambengan tidak hanya menghambat kerja nelayan, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Parah! Pendangkalan PPN Pengambengan Berisiko Kandaskan Perahu, Nelayan Ancam Demo

Jembatan yang berada di pinggir kolam labuh kini dipenuhi lubang dan tak lagi bisa dilintasi kendaraan. ”Jembatan yang di samping SPBN itu sudah rapuh, berbahaya bagi nelayan,” ungkap I Made Widanayasa kepada Radar Bali.

Saat ini di jembatan tersebut memang sudah dipasangi papan peringatan bahwa area itu merupakan zona terbatas, di mana kendaraan dengan bobot di atas 3 ton dilarang masuk. Padahal, jembatan tersebut merupakan area vital untuk bongkar muat perbekalan nelayan sebelum berangkat melaut. Jika nekat dilintasi, risikonya bisa ambruk. ”Nelayan sangat berharap agar segera diperbaiki,” tegasnya.

Selain masalah jembatan, pendangkalan di kolam labuh juga semakin parah. Kondisi sedimentasi ini menyulitkan perahu nelayan untuk keluar dan masuk, terutama di area pintu masuk kolam labuh yang berhadapan langsung dengan laut lepas.

Widanayasa menambahkan, keluhan para nelayan ini sudah disampaikan langsung kepada pihak PPN Pengambengan selaku instansi berwenang. Dari koordinasi tersebut, pihak pelabuhan memastikan perbaikan akan dilakukan dalam waktu dekat, berbarengan dengan proyek pengembangan kawasan pelabuhan secara menyeluruh.

”Kami dapat informasi, perbaikan nanti bersamaan dengan pembangunan PPN Pengambengan secara menyeluruh. Info dari PPN, rencana akhir bulan Juni sudah ada kepastian kapan dimulai pembangunan fisik karena tender sudah ada pemenangnya,” imbuh Widanayasa.

Sebagai informasi, pengembangan fisik PPN Pengambengan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan gelontoran anggaran fantastis mencapai Rp1 triliun lebih. Pelabuhan baru skala internasional ini akan dibangun di atas lahan seluas 36 hektare, termasuk perluasan melalui jalur reklamasi.

Kawasan ini nantinya dirancang matang ke dalam tiga zona utama. Yakni kawasan perkantoran seluas 5,2 hektare, area kapal kecil dan bisnis seluas 6 hektare, serta kawasan industri perikanan seluas 24,8 hektare. Jika mega proyek ini rampung, PPN Pengambengan diproyeksikan mampu menampung hingga 1.600 kapal dari kapasitas saat ini yang hanya 1.273 kapal. Produktivitas tangkapan ikan pun diperkirakan melonjak hampir dua kali lipat, dari 61.300 ton menjadi 124.000 ton per tahun.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#Pendangkalan #nelayan jembrana #Pelabuhan Perikanan Nusantara