Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Galungan di Depan Mata, Permintaan Daging Babi di Jembrana Meroket, Harga Ikut Terkerek Naik

Muhammad Basir • Rabu, 17 Juni 2026 | 05:15 WIB
SPESIAL GALUNGAN : Pantauan daging babi menjelang Galungaan. (Keswan Jembrana)
SPESIAL GALUNGAN : Pantauan daging babi menjelang Galungaan. (Keswan Jembrana)

NEGARA, Radar Bali .id– Menjelang Hari Raya Galungan, denyut aktivitas pasar daging babi di Kabupaten Jembrana kian terasa bergeliat.

Lonjakan permintaan yang cukup signifikan terpantau di lapak penjualan daging babi di Desa Dangin Tukadaya pada hari Selasa, 16 Juni 2026.

Baca Juga: Jelang Galungan, Harga Daging Babi Tembus Rp 100 Ribu, Ini Jadwal Operasi Pasar

Sejak pagi buta sekitar pukul 06.00 Wita, para pembeli silih berganti mendatangi lapak untuk memenuhi kebutuhan sarana upacara Galungan. Penjual daging babi setempat, Ni Made Trisna Dewi, 42, mengungkapkan peningkatan omzet penjualan terjadi sangat drastis sejak tiga hari terakhir.

”Kalau hari biasa potong dua ekor per hari. Menjelang Galungan bisa 20 sampai 25 ekor,” ujarnya sumringah.

Tak hanya volume penjualan yang melesat tajam, harga daging pun ikut terkerek naik. Daging babi bersih yang sebelumnya dipatok Rp 75 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Sementara untuk harga babi hidup saat ini berada di kisaran Rp 45 ribu per kilogram. ”Naik sekitar Rp 5 ribu per kilo,” imbuh Trisna, 42.

Di sisi lain, pemerintah daerah bergerak cepat memastikan keamanan pangan tetap terjaga di tengah tingginya permintaan. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) langsung melakukan pemeriksaan ketat di titik-titik pemotongan.

Kepala Bidang Keswan-Kesmavet Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta menjelaskan, pemeriksaan maraton ini menyasar 31 titik pemotongan di seluruh wilayah Jembrana. Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap krusial, yakni ante mortem (sebelum pemotongan) dan post mortem (setelah pemotongan).

”Pemeriksaan kami fokuskan untuk memastikan daging layak konsumsi, sekaligus deteksi dini parasit, bakteri, dan antisipasi penyakit,” tegasnya.

Beruntung, hasil pemeriksaan tim Medis Veteriner di setiap kecamatan menunjukkan tidak ditemukan adanya gejala klinis mencurigakan pada sampel daging yang diperiksa. Pasokan babi dari peternak lokal juga dinilai masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Galungan dan Kuningan.

Meski kondisi relatif aman, Pemkab Jembrana menegaskan tetap meningkatkan kewaspadaan melalui monitoring berkala, edukasi peternak, pengetatan biosekuriti, serta pendistribusian disinfektan gratis. Langkah preventif ini dilakukan demi menjaga stabilitas pasokan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat konsumen. [*]

Editor : Hari Puspita
#kualitas daging #Keswan #galungan #daging babi