Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cuaca Ekstrem Mengamuk di Selat Bali, Tangkapan Ikan Nelayan Jembrana Merosot Tajam

Muhammad Basir • Rabu, 17 Juni 2026 | 05:28 WIB
TERGANGGU CUACA : Perahu nelayan di  Pengambengan. (M.Basir)
TERGANGGU CUACA : Perahu nelayan di  Pengambengan. (M.Basir)

NEGARA, Radar Bali.id — Hasil tangkapan ikan para nelayan di Kabupaten Jembrana mengalami penurunan drastis dalam beberapa bulan terakhir.

 Kondisi paceklik ini dirasakan hampir merata oleh nelayan tradisional yang menggantungkan hidupnya di perairan Jembrana, baik di wilayah lintasan Selat Bali maupun pesisir selatan.

Baca Juga: Jembatan Rapuh dan Alami Pendangkalan, Nelayan Desak Perbaikan Infrastruktur PPN Pengambengan

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana, I Made Widanayasa, 47, mengatakan penurunan hasil tangkapan tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem yang kurang bersahabat akhir-akhir ini. Fenomena gelombang tinggi, embusan angin kencang, serta perubahan arah arus laut yang tak menentu membuat nelayan tidak bisa melaut secara optimal.

”Beberapa bulan terakhir memang hasil tangkapan nelayan menurun cukup terasa. Banyak nelayan yang akhirnya memilih tidak melaut karena kondisi cuaca di tengah laut dinilai tidak mendukung dan terlalu berisiko,” ujarnya.

Meski sempat terpuruk, Widanayasa, 47, menyebut dalam beberapa waktu terakhir mulai terlihat tanda-tanda perbaikan alam. Sejumlah nelayan terpantau sudah kembali berani melaut dan memperoleh hasil tangkapan, meskipun jumlahnya masih sangat terbatas dan belum kembali ke kondisi normal beberapa bulan sebelumnya.

”Sekarang sudah mulai ada yang dapat ikan, tapi tidak banyak. Belum seperti periode sebelumnya ketika hasil tangkapan bisa melimpah ruah,” jelasnya.

Menurut penuturannya, faktor cuaca masih menjadi penentu utama bagi urat nadi aktivitas nelayan Jembrana. Selama kondisi laut belum sepenuhnya stabil, hasil tangkapan diprediksi akan terus fluktuatif. Karena itu, pihak HNSI mengimbau dengan keras agar para nelayan tetap mengutamakan keselamatan jiwa saat melaut dan tidak memaksakan diri jika kondisi laut dinilai berbahaya.

HNSI Jembrana pun berharap cuaca buruk ini segera membaik agar aktivitas melaut bisa kembali normal dan pendapatan ekonomi nelayan dapat pulih seperti sedia kala. Selain itu, dukungan penuh dari pemerintah dalam bentuk pembaruan informasi cuaca berkala dan edukasi keselamatan pelayaran dinilai sangat krusial untuk membantu nelayan menghadapi kondisi alam yang tidak menentu. [*]

Editor : Hari Puspita
#nelayan #jembrana #cuaca akstrem #tangkapan ikan menurun