NEGARA, Radar Bali.id – Kenaikan volume kendaraan diprediksi akan segera memadati arus penyeberangan lintas Jawa–Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.
Ini seperti biasa terjadi menjelang libur panjang anak sekolah. Lonjakan arus penumpang pada lintasan Ketapang–Gilimanuk ini diperkirakan bakal didominasi oleh angkutan wisata seperti bus pariwisata, kendaraan travel, serta mobil pribadi.
Guna mengantisipasi potensi kemacetan dan antrean panjang kendaraan di area pelabuhan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan langkah penguatan layanan operasional. Optimalisasi armada kapal dan pengaturan jadwal penyeberangan menjadi fokus utama, terutama untuk mengurai kepadatan pada jam-jam sibuk.
Manager Humas ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang Felfian, 40, menjelaskan pada hari Rabu, 17 Juni 2026 pukul 16.00 Wita bahwa salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah merampungkan proses pemeliharaan rutin (docking) kapal besar.
"Kami telah menyiapkan armada untuk mengakomodasi peningkatan pergerakan penumpang dan kendaraan selama libur sekolah. Di antaranya KMP Portlink VII yang baru saja selesai menjalani docking. Saat musim liburan nanti, kapal ini diharapkan bisa membantu menyerap lonjakan penumpang dan kendaraan," ujar Bintang.
Sebagai informasi, KMP Portlink VII memiliki kapasitas angkut yang cukup besar, yakni mampu menampung hingga 600 penumpang dalam sekali trip. Selain itu, kapal tersebut dapat mengangkut kombinasi kendaraan hingga 30 unit truk dan 100 unit kendaraan kecil. Kehadiran kapal berkapasitas besar ini diharapkan menjadi solusi efektif memperlancar arus lalu lintas laut.
Selain kesiapan armada fisik, pihak ASDP juga memperkuat koordinasi lintas instansi dengan otoritas terkait, terutama dalam hal kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca buruk di Selat Bali. "Langkah mitigasi operasional ini sangat penting agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan aman, tertib, dan lancar," tegasnya.
Terkait proyeksi angka pasti peningkatan volume produksi kendaraan, pihak ASDP belum menetapkan estimasi angka mutlak. Namun, dipastikan tren kenaikan didominasi kendaraan penumpang.
Dari total 55 unit kapal yang disiagakan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, dalam kondisi normal terdapat 28 unit kapal yang beroperasi setiap hari. "Apabila situasi di lapangan mulai padat, jumlah kapal yang beroperasi akan langsung kami tingkatkan menjadi sekitar 30 hingga 32 unit, menyesuaikan dinamika di lapangan," pungkas Bintang. [*]
Editor : Hari Puspita