Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Geliat Penjualan Penjor Galungan di Jembrana: Warga Pilih Praktis, Omzet Lapak Meroket 25 Persen

Muhammad Basir • Kamis, 18 Juni 2026 | 07:53 WIB
REZEKI HARI RAYA : Penjual penjor dapat untung besar karena ada peningkatan pembeli.(bas)
REZEKI HARI RAYA : Penjual penjor dapat untung besar karena ada peningkatan pembeli.(M.Basir/Radar Bali)

NEGARA, Radar Bali.id- Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, geliat bisnis musiman penjualan kelengkapan penjor di Bumi Makepung Jembrana kian terasa bergairah.

Saat ini, sebagian besar umat Hindu di Bali cenderung memilih cara praktis dengan membeli penjor jadi atau kelengkapan siap rakit ketimbang membuat sendiri dari nol. Fenomena ini membawa berkah melimpah bagi para pedagang.

Baca Juga: Daya Beli Menurun, Ekonomi Lesu dan Pedagang Online Shop, Omzet Perajin Sarana Upacara di Tembuku Anjlok Tinggal Separuh

Salah satu lapak kelengkapan penjor di sepanjang jalur utama Jalan Negara–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Banyubiru, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, tampak sesak diserbu pembeli sejak sepekan terakhir. Arus pembeli terpantau mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada waktu sore hingga malam hari.

Salah satu penjual, Yulia Kusuma, 21, mengungkapkan bahwa grafik penjualan tahun ini mengalami kenaikan sekitar 20 hingga 25 persen jika dibandingkan dengan hari raya Galungan periode sebelumnya. ”Sekarang pembeli lumayan meningkat. Terutama yang paling banyak dicari itu bahan dasar seperti bambu, kolong-kolong, dan gempong,” ujarnya saat ditemui, Rabu, 17 Juni 2026.

Yulia menjelaskan, ragam variasi kelengkapan penjor tersedia sangat lengkap di lapaknya. Mulai dari bambu, gempong, kolong-kolong, sampyan penjor, hingga aksesori hiasan lainnya. Harganya pun dipatok bervariasi, mulai dari Rp 30 ribu per item hingga ratusan ribu rupiah.

Sementara untuk satu set penjor utuh, dibanderol mulai harga Rp 200 ribu untuk paket sederhana, dan bisa mencapai Rp 400 ribu untuk kualitas yang lebih premium dan lengkap. ”Tergantung selera konsumen. Tapi memang yang paling laris manis tetap paket yang sederhana,” cetusnya.

Pilihan membeli penjor jadi ini diakui lebih efisien oleh para konsumen. Ni Ketut Sariani, 50, warga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, mengaku lebih memilih berburu penjor lengkap di pasaran ketimbang harus merakit sendiri di rumah. Selain faktor kepraktisan, selisih biaya yang dikeluarkan dinilai tidak jauh berbeda.

”Beda dikit saja (biayanya). Mending beli jadi. Kalau membuat sendiri dari awal, waktunya bisa habis satu sampai dua hari,” tutur Sariani jujur.[*]

Editor : Hari Puspita
#hari raya galungan #jembrana #Negara #sarana upacara #penjor