Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Semester Pertama Tembus 39 Kasus Positif, Distan Jembrana Bersiap Gelar Vaksinasi Rabies Massal Serentak

Muhammad Basir • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:43 WIB
Ilustrasi vaksinasi antirabies. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi vaksinasi  rabies. (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Ancaman penularan virus rabies di Kabupaten Jembrana rupanya belum sepenuhnya mereda.

 Hingga pengujung Juni 2026, jumlah temuan kasus positif rabies di Bumi Makepung ini masih tergolong tinggi dan terus menjadi atensi serius pemerintah daerah.

Baca Juga: Waduh! Rabies Masih Jadi Ancaman,  205 Gigitan Per Hari, Tiga Anak Korban Gigitan Anjing Liar di Buleleng Diklaim Tertangani

Merespons kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana tengah mematangkan program vaksinasi rabies serentak pada Juli 2026 nanti.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, sepanjang semester pertama tahun 2026 ini saja, tercatat sudah ada 39 sampel hewan yang dinyatakan positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium. Temuan angka yang cukup tinggi ini memicu langkah pengendalian yang lebih intensif dan agresif di lapangan.

Berbagai upaya sporadis terus dilakukan tim medik veteriner untuk menekan penyebaran penyakit mematikan tersebut. Mulai dari surveilans aktif, penelusuran (tracing) kasus gigitan, vaksinasi darurat (emergency vaccination) di titik temuan kasus, hingga edukasi ke masyarakat luas soal bahaya rabies serta pengendalian populasi hewan penular rabies (HPR).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, membeberkan bahwa populasi HPR di Jembrana saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 40 ribu ekor. Untuk tahun 2026, pihaknya memasang target sasaran vaksinasi sekitar 21 ribu ekor anjing dan kucing.

”Cakupan vaksinasi harus minimal 90 persen dari populasi di wilayah tersebut agar kekebalan kelompok (herd immunity) bisa terbentuk. Itu kunci utama menekan dan memutus rantai penyebaran rabies,” tegas Sugiarta pada Selasa, 30 Juni 2026.

Selain mengandalkan vaksinasi rutin harian, dinas terkait juga sudah menyiapkan strategi lewat program vaksinasi rabies serentak yang akan dimulai pada Juli 2026 mendatang. Kegiatan massal ini bakal menyasar seluruh wilayah banjar dan desa di Jembrana dengan fokus utama anjing dan kucing peliharaan warga.

Sugiarta menekankan, keberhasilan eliminasi rabies tidak bisa hanya mengandalkan kerja keras pemerintah semata. Kesadaran dan tanggung jawab pemilik hewan memegang peranan paling krusial, terutama dalam memastikan hewan peliharaan mereka mendapatkan vaksinasi berkala dan tidak dilepasliarkan ke jalanan.

”Kami meminta warga untuk segera melapor ke petugas jika menemukan hewan dengan gejala rabies atau jika terjadi kasus gigitan. Penanganan cepat pada korban gigitan akan sangat menentukan keselamatan jiwa,” pungkasnya. Melalui program vaksinasi massal ini, kasus rabies di Jembrana diharapkan bisa ditekan secara signifikan hingga akhir tahun 2026.[*]

Editor : Hari Puspita
#virus #jembrana #rabies #vaksinasi anjing #HPR