Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gegara Skema TBB di Ketapang, Pelabuhan Gilimanuk Harus Terimbas Antrean Kendaraan

Muhammad Basir • Rabu, 1 Juli 2026 | 07:29 WIB
ANTREAN MALAM : Suasana Pelanbuhan Gilimanuk, Jembrana di malam hari. (foto: M.Basir)
ANTREAN MALAM : Suasana Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana di malam hari. (foto: M.Basir)

NEGARA, Radar Bali.id – Situasi di Pelabuhan Gilimanuk belum sepenuhnya kembali normal. Antrean panjang kendaraan masih kerap terjadi dan mengular hingga Jalan Denpasar–Gilimanuk.

 Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan daya tampung areal parkir di dalam pelabuhan yang tidak mampu menampung lonjakan kendaraan.

Baca Juga: Libur Sekolah Selesai, Antrean Mengular 2,5 KM Sudah Kelar, Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Kembali Normal

Pantauan Radar Bali, antrean didominasi oleh angkutan barang yang akan keluar Bali. Kepadatan paling terasa pada malam hari dan kerap bertahan hingga siang keesokan harinya. Kondisi ini membuat arus lalu lintas di jalur nasional tersebut melambat, terutama saat jam-jam padat.

Baca Juga: Cuaca Buruk di Selat Bali, Antrean Kendaraan Menuju Pelabuhan Gilimanuk Mengular hingga Dua Kilometer

Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang Felfian menjelaskan bahwa lonjakan volume kendaraan tak lepas dari meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah. Selain itu, kepadatan juga dipengaruhi penyesuaian pola layanan penyeberangan jarak jauh atau Long Distance Ferry (LDF) di lintasan Jawa–Bali.

“Beberapa hari terakhir antrean memang masih muncul, terutama kendaraan logistik yang keluar Bali. Namun kami terus lakukan pengaturan agar pergerakan tetap terkendali,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Bintang, kondisi di Gilimanuk juga merupakan imbas dari upaya penguraian antrean yang sebelumnya menumpuk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Untuk mengurai kepadatan di sisi Jawa, ASDP bersama regulator dan pemangku kepentingan sempat menerapkan pola operasi cepat dengan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di dermaga LCM.

“Melalui skema TBB, kapal yang sandar di Gilimanuk langsung diminta putar balik ke Ketapang setelah menurunkan muatan. Skema ini efektif menarik antrean di Ketapang, tetapi konsekuensinya terjadi penumpukan sementara di Gilimanuk,” jelasnya.

Dampak kebijakan tersebut, antrean kendaraan di Gilimanuk sempat mengular hingga sekitar 2,5 kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Namun, situasi mulai membaik setelah pola operasi kapal dikembalikan ke skema reguler.

Bintang menambahkan, pada Minggu, 28 Juni 2026 lalu kondisi Pelabuhan Gilimanuk relatif lengang dan tidak terlihat antrean panjang seperti beberapa hari sebelumnya. “Situasi sudah jauh lebih kondusif dan terus berangsur normal. Kami tetap siaga melakukan rekayasa operasional bila volume kembali meningkat,” tegasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#pelabuhan ketapang #selat bali #penyeberangan #antrean kendaraan #pelabuhan gilimanuk