NEGARA, Radar Bali.id – Aksi balap liar atau trek-trekan yang kembali marak di sejumlah ruas jalan wilayah Kabupaten Jembrana akhirnya disikat tegas oleh Satlantas Polres Jembrana.
Baca Juga: Resahkan Warga Klod, Aksi Balap Liar di Jalan Matahari Digulung Polisi dan Pecalang
Sebanyak 26 unit sepeda motor berhasil disita petugas dari dua lokasi berbeda yang kerap dijadikan ajang aksi nekat para remaja.
Baca Juga: Brutal! Kawanan Geng Motor Beraksi di Denpasar Utara, Korban Dilindas, Dikeroyok, dan Tas Dirampas
Penertiban skala besar tersebut digelar menyusul banyaknya aduan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center. Warga mengaku resah lantaran suara knalpot brong dan aksi kejar-kejaran para pemuda tersebut sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Baca Juga: Di Buleleng Ada Jalur Shortcut Gelap, Kini Jadi Tempat Trek-trekan Liar
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta menjelaskan, tim gabungan langsung meluncur ke lokasi usai menerima laporan warga pada Sabtu (4/7/2026). Dari hasil penindakan di lapangan, sebanyak 16 unit sepeda motor diangkut dari Jalan Raya Baru Seacorm, Kecamatan Jembrana, sementara 10 unit lainnya disita dari kawasan Kecamatan Mendoyo.
”Begitu anggota tiba di lokasi, ditemukan sejumlah pengemudi yang melakukan berbagai pelanggaran lalu lintas. Terhadap mereka langsung dilakukan penindakan berupa tilang manual," ujar AKP I Wayan Sugianta.
Mayoritas kendaraan yang terjaring razia dalam kondisi tidak sesuai spesifikasi teknis alias protol. Selain menggunakan knalpot tidak standar (brong), banyak pengendara yang tidak mengenakan helm keselamatan serta tidak mampu menunjukkan surat kepemilikan kendaraan (STNK/SIM).
Seluruh barang bukti 26 unit sepeda motor langsung diangkut menuju Mapolres Jembrana. Selain penindakan tilang, polisi juga memanggil para orang tua maupun wali dari para remaja yang terjaring razia untuk diberikan pembinaan khusus.
”Orang tua kami panggil ke mapolres untuk diberikan edukasi mengenai bahaya balap liar serta konsekuensi hukumnya. Kami minta orang tua ketat mengawasi anak-anaknya dan tidak mudah memberikan kunci kendaraan pada malam hari,” tegasnya.
AKP I Wayan Sugianta memastikan patroli Subuh dan malam hari di titik-titik rawan trek-trekan akan terus ditingkatkan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melayangkan laporan jika menemukan indikasi balap liar melalui layanan darurat 110. [*]
Editor : Hari Puspita