Pura Rambut Siwi Terancam Abrasi, BWS Bali Penida Jadwalkan Penanganan Tahun Depan

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 16:11 WIB
Pura Rambut Siwi di Mendoyo, Jembrana, yang terancam abrasi.
Pura Rambut Siwi di Mendoyo, Jembrana, yang terancam abrasi.

 

RADAR BALI - Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida telah merencanakan proyek penanganan abrasi di ruas Pantai Pebuahan hingga Pantai Pangyangan di Jembrana, Bali, pada tahun depan. Proyek tersebut juga meliputi penanganan abrasi di Pura Rambut Siwi di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida menjadwalkan proyek penanganan abrasi di ruas Pantai Pebuahan hingga Pantai Pangyangan di Kabupaten Jembrana pada tahun depan. Proyek krusial ini mencakup pengamanan kawasan Pura Rambut Siwi di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, yang kondisinya kian mengkhawatirkan akibat hantaman ombak besar laut selatan Bali.

Gempuran ombak yang konstan sebelumnya telah memporak-porandakan Pura Tirta Rambut Siwi dan menggerus daratan di bawah kompleks utama pura. Sejumlah fasilitas penting dilaporkan rusak berat hingga nyaris ambruk, mulai dari tembok penyengker, Kori atau pintu gerbang Pura Tirta, hingga bangunan Bale Pesandegan.

Menghadapi situasi tersebut, warga bersama pengempon pura sempat bergotong royong secara swadaya dengan menambal pesisir menggunakan tumpukan karung berisi pasir atau kampil sebagai tanggul darurat. Kendati demikian, upaya tersebut belum efektif meredam laju abrasi mengingat skala kerusakan yang parah serta tingginya hantaman ombak pasang.

Kondisi ini pun menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi umat Hindu yang hendak tangkil bersembahyang, sehingga penanganan permanen seperti pembangunan senderan atau revetment sangat mendesak direalisasikan sebelum abrasi kian merembet ke bagian utama pura.

Sementara itu, untuk penanganan abrasi di kawasan Yeh Embang, pihak BBWS masih menunggu kelengkapan dokumen pendukung yang disusun oleh Pemkab Jembrana, seperti kajian teknis, studi perencanaan, dan dokumen lingkungan sebagai syarat pengajuan ke pusat.

Terkait isu pengendalian banjir, penanganan di Tukad Bilok Poh yang sebelumnya telah melalui proses tender pada Tahun Anggaran 2026 harus mengalami penyesuaian, sehingga diusulkan kembali pelaksanaannya pada Tahun Anggaran 2027.

Di bidang pertanian dan ketahanan pangan, Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) menjelaskan bahwa pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 di Jembrana pada tahun ini difokuskan pada rehabilitasi jaringan irigasi.

Selain itu, dibangun pula infrastruktur air tanah berupa sumur dangkal dan sumur dalam di beberapa titik untuk mengoptimalkan layanan irigasi petani.

Tidak kalah penting, penanganan sedimentasi pada Bendungan Benel dan Bendungan Palasari juga terus dikebut secara bertahap oleh Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA).

Guna mempercepat realisasi berbagai program infrastruktur ini, BWS Bali Penida turut mendorong Pemkab Jembrana agar segera merampungkan dokumen perencanaan, studi teknis, analisis lingkungan, serta penyelesaian status lahan.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Abrasi Jembrana Berita Jembrana pantai pebuahan PURA RAMBUT SIWI BWS Bali Penida