NEGARA, Radar Bali.id – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Jembrana. Sedikitnya sekitar 60 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, kini kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumber mata air dan sumur warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, kondisi tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak awal musim kemarau.
Namun, BPBD baru menerima laporan sekaligus permohonan bantuan dari warga dalam beberapa hari terakhir.
”Sebenarnya masih ada sumber air bersih, tetapi lokasinya cukup jauh sehingga sulit dijangkau warga untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD langsung menyalurkan bantuan air bersih sejak Sabtu (25/7/2026) hingga Minggu (26/7/2026) dengan mendistribusikan air menggunakan mobil tangki ke bak penampungan milik warga. Selain itu, BPBD memasang tiga tandon air di lokasi yang mudah diakses masyarakat, terdiri atas dua tandon berkapasitas 2.000 liter dan satu tandon berkapasitas 5.000 liter.
Agus menjelaskan, jumlah warga terdampak masih terus didata melalui asesmen di lapangan. Perkiraan awal sebanyak 60 KK berpotensi bertambah karena tidak semua warga telah terdata.
”Kami masih melakukan asesmen. Tidak menutup kemungkinan jumlah warga yang membutuhkan bantuan air bersih lebih banyak dari perkiraan awal,” katanya.
Menurutnya, tiga tandon tersebut akan terus diisi ulang apabila persediaan air mulai menipis. BPBD juga akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di wilayah tersebut dan siap merespons apabila ada permohonan bantuan air bersih dari wilayah lain yang terdampak musim kemarau.
BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Dengan prakiraan cuaca kering yang masih berlangsung, potensi krisis air bersih di sejumlah wilayah Jembrana diperkirakan masih akan meningkat sehingga masyarakat diminta segera melapor apabila mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali