NEGARA, Radar Bali.id – Uji coba rutin sistem peringatan dini tsunami di Kabupaten Jembrana masih diwarnai kendala teknis. Dari empat lokasi yang diuji pada Minggu (26/7/2026) lalu, satu unit sirine sama sekali tidak dapat berbunyi, sementara dua lokasi lainnya mengalami gangguan pada salah satu metode aktivasi.
Baca Juga: IOWAVE 2025: Sinergi BMKG dan Daerah Membangun Budaya Siaga Tsunami di Bali
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra menjelaskan, pengujian ini dilakukan secara rutin setiap tanggal 26 sebagai bagian dari Hari Simulasi Bencana untuk memastikan kesiapsiagaan mitigasi tsunami di wilayah pesisir Jembrana. Uji coba dipusatkan di Pusdalops BPBD Jembrana, Desa Pengambengan, Desa Penyaringan, dan Desa Yeh Kuning.
”Sebelum pengujian, petugas melakukan pengecekan fisik terhadap seluruh perangkat, mulai dari akses masuk, kunci, menara sirine, papan informasi, hingga jaringan listrik. Hasilnya seluruh komponen fisik dinyatakan dalam kondisi baik,” terang Agus Artana.
Namun, kendala muncul saat uji pembunyian menggunakan dua jalur simulasi, yaitu metode GSM dan digital. Di Pusdalops BPBD Jembrana, kedua metode berfungsi sempurna dengan pancaran suara sirine yang jernih beserta pesan peringatan tiga bahasa.
Sebaliknya, sirine di Desa Pengambengan dan Desa Penyaringan mengalami gangguan pada metode GSM karena tidak mengeluarkan bunyi beep panjang, meski berhasil diaktifkan melalui sistem digital. Kendala paling fatal ditemukan di Desa Yeh Kuning, di mana sirine tidak merespons dan membisu total baik saat menggunakan metode GSM maupun digital.
Agus menyebutkan, operasional penekanan tombol sirine merupakan kewenangan BPBD Provinsi Bali, sementara urusan pemasangan dan perawatan teknis menjadi ranah pihak ketiga atau vendor.
”Yang membunyikan sirine dari provinsi. Kemungkinan ada kendala teknis pada sistem yang dipasang vendor. Saat ini masih dalam tahap pemeliharaan, sehingga nanti akan dilakukan evaluasi lebih lanjut,” tandasnya.
Pihak BPBD Jembrana berharap vendor dan BPBD Bali segera memperbaiki seluruh gangguan teknis tersebut agar sistem peringatan dini bencana tsunami di pesisir Jembrana siap diandalkan saat kondisi darurat. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali