Dihantam Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter, Penyeberangan Gilimanuk–Ketapang Sempat Ditutup Dua Jam, Kendaraan Mengular di Jalan Nasional

Muhammad Basir • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 05:52 WIB
HARUS MENGANTRE: Antrean kendaraan saat penutupan sementara penyeberangan . (foto: Pos AL Gilimanuk)
HARUS MENGANTRE: Antrean kendaraan saat penutupan sementara penyeberangan . (foto: Pos AL Gilimanuk)

NEGARA, Radar Bali.id – Layanan penyeberangan di Selat Bali kembali lumpuh akibat cuaca buruk pada Selasa, 28 Juli 2026 (28/7/2026).

Baca Juga: Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Mengamuk di Selat Bali, Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Sempat Lumpuh

Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang terpaksa dihentikan sementara selama hampir dua jam, hingga memicu antrean kendaraan yang mengular panjang ke Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk.

Baca Juga: Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dihantam Gelombang 3 Meter, BMKG Minta Ferry Waspada

Informasi yang dihimpun, penutupan jalur penyeberangan Gilimanuk–Ketapang maupun sebaliknya dimulai sejak pukul 11.15 Wita. Langkah tegas ini diambil menyusul kondisi cuaca yang dinilai membahayakan keselamatan pelayaran, di mana ketinggian gelombang laut mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Made Alit Murdiasa, membenarkan penghentian sementara operasional pelabuhan tersebut. Menurutnya, keselamatan penumpang, awak kapal, dan armada menjadi prioritas utama.

"Langkah itu dilakukan demi mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, maupun armada yang melintas di Selat Bali," tegas AKP Gusti Made Alit Murdiasa.

Aktivitas penyeberangan baru dibuka kembali setelah kondisi cuaca dinilai cukup aman pada pukul 13.45 Wita. Meski demikian, petugas gabungan tetap bersiaga dan melakukan pemantauan ketat di perairan.

Petugas Syahbandar Gilimanuk, Moses Da Silva, mengingatkan bahwa dinamika cuaca di Selat Bali saat ini sangat sulit diprediksi. Penutupan susulan bisa kembali diberlakukan sewaktu-waktu jika kondisi membahayakan pelayaran.

”Apabila cuaca kembali memburuk, penutupan sementara akan dilakukan lagi. Keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama,” ujar Moses Da Silva.

Dampak dari penghentian sementara ini membuat ribuan kendaraan sesak memenuhi seluruh kantong parkir di dalam Pelabuhan Gilimanuk. Antrean memanjang meluas hingga ke Terminal Manuver Gilimanuk dan mengular di jalur utama Denpasar–Gilimanuk. Petugas kepolisian bersama instansi terkait langsung dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas agar tidak timbul kemacetan total. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Gilimanuk Ketapang selat bali penyeberangan ketapang gilimanuk cuaca ekstrem