Cuaca di Selat Bali Tak Menentu, ASDP Siapkan Armada Tambahan Urai Antrean Ketapang–Gilimanuk

Muhammad Basir • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:54 WIB
KONDISI CUACA TAK STABIL : Suasana aktivitas di dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, saat dini hari. (hari puspita/radar bali)
KONDISI CUACA TAK STABIL : Suasana aktivitas di dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, saat dini hari. (hari puspita/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan armada tambahan untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan di lintas Ketapang–Gilimanuk.

Baca Juga: Cuaca Buruk di Selat Bali, Antrean Kendaraan Menuju Pelabuhan Gilimanuk Mengular hingga Dua Kilometer

Langkah ini dilakukan menyusul operasional penyeberangan yang masih kerap mengalami sistem buka-tutup akibat kondisi cuaca di Selat Bali yang belum stabil.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah mengatakan, penambahan armada akan langsung dioptimalkan begitu kondisi cuaca dinyatakan aman oleh otoritas.

Baca Juga: Dalam Cengkeraman Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Tetap Pakai Sistem Buka Tutup

Strategi tersebut disiapkan agar antrean kendaraan yang sempat menumpuk akibat penghentian sementara pelayaran bisa segera terurai.

”Kami telah menyiapkan armada tambahan untuk mempercepat penguraian antrean segera setelah kondisi cuaca kembali kondusif dan pelayaran dinyatakan aman,” ujarnya.

Menurut Arief, hingga kini operasional penyeberangan masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca maritim. Perubahan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang terjadi secara dinamis membuat layanan harus disesuaikan secara situasional melalui mekanisme buka-tutup operasional.

Seperti pada Kamis (30/7/2026), penyeberangan sempat dihentikan sementara karena kondisi cuaca belum memenuhi standar keselamatan pelayaran. Setelah cuaca membaik dan mendapat rekomendasi dari otoritas, layanan kembali dibuka secara bertahap.

Meski demikian, kondisi antrean kendaraan di kedua pelabuhan masih relatif terkendali. Di sisi Ketapang, buffer zone Bulusan mulai terisi sehingga kepadatan terlihat di akses menuju pelabuhan. Namun, antrean belum sampai memasuki kawasan pelabuhan secara signifikan.

Sementara di Gilimanuk, antrean kendaraan masih berada di area manuver pelabuhan dan secara bertahap mulai masuk ke dermaga untuk diseberangkan.

Selain menyiapkan armada tambahan, ASDP juga terus mengoptimalkan buffer zone Bulusan sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan, khususnya angkutan logistik.

Koordinasi intensif juga dilakukan bersama BMKG, KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, serta kepolisian untuk memastikan penyesuaian operasional dilakukan sesuai kondisi cuaca di lapangan.

”Harapannya, dampak penyesuaian operasional dapat diminimalkan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan,” pungkas Arief. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Gilimanuk Ketapang selat bali penyeberangan cuaca ekstrem cuaca buruk