NEGARA, Radar Bali.id – Aktivitas penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang mulai berangsur normal. Setelah sempat diwarnai penutupan operasional sementara akibat cuaca buruk, layanan penyeberangan dalam tiga hari terakhir tidak lagi mengalami penghentian.
Baca Juga: Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang Diterapkan, Pedagang Asongan Terancam Terdepak
Meski demikian, skema operasional kapal tetap diberlakukan secara situasional menyesuaikan perkembangan cuaca di Selat Bali.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas kendaraan jauh lebih lancar dibandingkan pekan lalu yang sempat memicu antrean panjang akibat penundaan jadwal berlayar.
Petugas Syahbandar Gilimanuk, Moses Da Silva mengungkapkan, membaiknya cuaca menjadi faktor utama operasional pelabuhan dapat berjalan normal kembali. Namun, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah mengingat potensi cuaca ekstrem masih mengintai sepanjang Agustus 2026.
”Berdasarkan informasi BMKG, selama Agustus masih terdapat potensi angin kencang dan gelombang tinggi. Karena itu kami terus memantau perkembangan cuaca dan siap melakukan langkah antisipasi apabila kondisi di lapangan berubah,” tegasnya.
Moses menegaskan, keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Jika cuaca kembali memburuk dan membahayakan keselamatan, penghentian operasional sementara dapat kembali diberlakukan sesuai koordinasi dengan instansi terkait.
Pihaknya mengimbau seluruh operator kapal agar tidak memaksakan diri berlayar saat cuaca tidak bersahabat, serta rutin mengecek aspek keselamatan kapal sebelum bertolak.
Selain itu, para pengguna jasa imbau untuk memantau pembaruan informasi cuaca dan operasional pelabuhan sebelum melakukan perjalanan guna mengantisipasi keterlambatan.
”Keselamatan adalah yang utama. Kami mengimbau operator kapal maupun masyarakat pengguna jasa penyeberangan agar selalu waspada dan mengikuti arahan petugas demi keamanan dan keselamatan pelayaran,” imbaunya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali