Akhirnya Proyek PPN Pengambengan Senilai Rp 1,2 Triliun Digarap, Groundbreaking Dijadwalkan 10 September 2026

Muhammad Basir • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:41 WIB
PEMBANGUNAN SEGERA DIMULAI : Suasana pesisir Pantai bakal kawasan proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana. (M.Basir)
PEMBANGUNAN SEGERA DIMULAI : Suasana pesisir Pantai bakal kawasan proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana. (M.Basir)

NEGARA, Radar Bali.id – Rencana megaproyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana akhirnya memasuki tahap realisasi.

Proyek senilai lebih dari Rp 1,2 triliun tersebut dipastikan mulai berjalan setelah penandatanganan kontrak kerja sama dengan pemenang tender pembangunan fisik.

Baca Juga: Keren! Jadi Khusus Kapal Mewah, Kapal Nelayan di Pelabuhan Benoa Direlokasi ke PPN Pengambengan Jembrana

Kepala Sub Bagian Umum PPN Pengambengan, Lukman Hadi, mengonfirmasi bahwa penandatanganan kontrak proyek telah rampung dilaksanakan pada 7/8/2026.

 Pengerjaan fisik pelabuhan ini diserahkan kepada konsorsium CRBC Joint Operation (JO) Nindya Karya.

"Kontrak sudah ditandatangani pada 7/8/2026. Groundbreaking direncanakan 10/9/2026. Sebelum itu akan dilakukan sosialisasi kembali kepada stakeholder dan Forkopimda," ujar Lukman.

Lukman menambahkan, peletakan batu pertama (groundbreaking) rencananya dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Sementara peresmian kawasan pelabuhan setelah seluruh pembangunan tuntas ditargetkan bakal diresmikan oleh Presiden RI. Keseluruhan pengerjaan proyek ditargetkan rampung pada akhir tahun 2028.

"Harapan kami pembangunan berjalan lancar sehingga setelah selesai benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Jembrana," jelasnya.

Pengembangan PPN Pengambengan disiapkan di atas lahan seluas 36 hektare yang mencakup kawasan reklamasi. Pada tahap awal, pengerjaan berfokus pada pembangunan dermaga, kolam labuh, reklamasi, pemindahan kapal tahap pertama, sosialisasi, hingga seleksi investor.

Selanjutnya pada tahun 2027, pengerjaan berlanjut pada pembangunan fasilitas penunjang serta pemindahan kapal tahap kedua.

Seluruh rangkaian proyek ditargetkan tuntas penuh pada akhir 2028, bertepatan dengan pemindahan seluruh armada kapal dari Pelabuhan Benoa ke PPN Pengambengan.

Apabila megaproyek ini rampung, daya tampung PPN Pengambengan diproyeksikan melonjak drastis dari 1.273 kapal menjadi 1.600 kapal. Tak hanya itu, produktivitas tangkapan ikan diperkirakan melesat dari 61.300 ton menjadi 124.000 ton per tahun, menjadikan PPN Pengambengan sebagai pusat perikanan terbesar di Bali sekaligus episentrum baru ekonomi Jembrana. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
industri perikanan pengambengan jembrana proyek strategis nasional (psn) pelabuhan ikan Kelautan