NEGARA, Radar Bali.id – Dampak musim kemarau di Kabupaten Jembrana kian meluas. Krisis air bersih yang mulai mencekik sejumlah desa.
Baca Juga: Kekeringan Semakin Meluas di Jembrana, 11 Desa Krisis Air Bersih, akhirnya BPBD Opsi Siaga Darurat
Hal ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana mengambil langkah cepat dengan memperkuat pola distribusi air ke wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, 48, pada Selasa (18/8/2026) menjelaskan bahwa belasan tandon air bersih telah didistribusikan ke sejumlah titik strategis guna memudahkan akses masyarakat.
Baca Juga: Kekeringan Semakin Meluas di Jembrana, 11 Desa Krisis Air Bersih, akhirnya BPBD Opsi Siaga Darurat
”Sebanyak 14 tandon sudah kami distribusikan dan dipasang di tempat yang mudah dijangkau masyarakat. Pengisian airnya kami maksimalkan dengan bantuan PMI dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar),” ujar Artana Putra.
Kondisi Ketersediaan Air dan Tandon
- Total tandon milik BPBD Jembrana sebanyak 16 unit.
- 14 unit telah terpasang di wilayah terdampak.
- 1 unit disimpan sebagai cadangan operasional.
- 1 unit dalam kondisi rusak/bocor.
Bagi daerah yang belum mendapatkan tandon, warga secara mandiri menyiapkan tempat penampungan air yang nantinya akan diisi secara berkala menggunakan armada truk tangki.
Pola jemput bola ini dinilai efektif untuk menjangkau sebaran wilayah kekeringan yang terus bertambah. Hingga kini, total air bersih yang telah disalurkan sejak Juli lalu mencapai angka 170.000 liter. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali