Saksi Hidup Kemerdekaan Kian Menyusut, Pejuang Kemerdekaan di Jembrana Kini Tersisa Dua Orang

Muhammad Basir • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:30 WIB
Ilustrasi Taman Makam Pahlawan Kesatria Kusuma Mandala, Jembrana. (M.Basir)
Ilustrasi Taman Makam Pahlawan Kesatria Kusuma Mandala, Jembrana. (M.Basir)

Waktu terus bergulir. Satu per satu saksi hidup perjuangan kemerdekaan Indonesia berpulang. Di Kabupaten Jembrana, jumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) kini tercatat tersisa 26 orang. Dari jumlah tersebut, veteran pejuang yang benar-benar terlibat dalam angkat senjata di masa kemerdekaan hanya tinggal dua orang.

KEGELISAHAN itu seperti dituturkan Dewan Pembina LVRI Jembrana I Ketut Sumber kepada sejumlah pewarta.

Baca Juga: Syukuran HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Badung Apresiasi Veteran dan Paskibraka

Dalam penururannya, dia mengungkapkan, kondisi tersebut menjadi gambaran nyata semakin sedikitnya generasi yang mengalami langsung masa-masa kelam perjuangan. Padahal, pada masa-masa sebelumnya, jumlah veteran di Bumi Makepung mencapai ratusan orang.

”Sekarang yang masih ada tinggal 26 orang. Terdiri dari dua orang veteran pejuang, 16 orang pembela, dan sisanya veteran perdamaian, termasuk Dwikora,” ujar Sumber, Rabu (19/8/2026).

Selain para veteran, saat ini masih terdapat 76 janda veteran yang terdata di Jembrana. Jumlah tersebut menjadi bagian dari catatan sejarah panjang perjuangan dan pengabdian para pahlawan bangsa.

Menurut Sumber, menyusutnya jumlah veteran tidak boleh membuat nilai-nilai perjuangan ikut luntur. Justru, kisah dan keteladanan para pejuang sepuh tersebut harus terus diwariskan kepada generasi penerus.

”Keberadaan para veteran ini harus menjadi pemicu persatuan bangsa. Generasi muda harus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” tegasnya.

Meski usia terus menggerus fisik para veteran, semangat pengabdian mereka dinilai tidak boleh ikut padam. Jejak perjuangan yang mereka tinggalkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan darah dan air mata generasi terdahulu.

Kini, ketika saksi hidup perjuangan semakin terbatas, menjaga ingatan sejarah menjadi pekerjaan rumah bersama. Bukan sekadar mengenang jasa para pahlawan, melainkan memastikan api semangat perjuangan tetap menyala di dada generasi muda. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
pejuang 1945 perang kemerdekaan taman makam pahlawan lvri jembrana veteran