NEGARA, Radar Bali.id – Antrean kendaraan menuju pintu keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk kembali mengular.
Tingginya volume kendaraan yang hendak menyeberang ke Jawa diperparah penutupan sementara Dermaga MB II untuk pekerjaan peningkatan kapasitas.
Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan memanjang hingga ruas Jalan Denpasar-Gilimanuk. Bahkan, pada malam hari sejumlah kendaraan memilih masuk ke gang-gang permukiman warga untuk mencari jalur alternatif menuju pelabuhan.
Baca Juga: Dalam Cengkeraman Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Tetap Pakai Sistem Buka Tutup
Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, pada dasarnya ruas jalan di kawasan permukiman memang dapat digunakan sebagai jalur alternatif ketika terjadi antrean panjang. Namun, penggunaan jalur tersebut harus tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan fasilitas umum warga.
Persoalan muncul karena sejumlah oknum sopir bus justru masuk ke gang-gang permukiman tanpa memperhatikan keberadaan jaringan utilitas di sepanjang jalan. ”Pada malam hari dan saat antrean banyak oknum sopir bus yang masuk ke gang,” ujar Tony.
Akibatnya, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Di antaranya lampu dan kabel penerangan jalan umum (PJU), kabel internet, hingga kabel listrik yang tersambung ke rumah warga. ”Karena ulah sopir bus yang tidak bertanggung jawab, warga memperbaiki sendiri kabel yang putus,” ungkapnya.
Menurut Tony, sebelumnya sudah pernah ada kesepakatan bahwa apabila terjadi kerusakan fasilitas akibat kendaraan bus yang menggunakan jalur permukiman, biaya perbaikan menjadi tanggung jawab pihak bus.
Dia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian seluruh pengemudi, khususnya kendaraan besar. Sebab, jalur permukiman bukan hanya menjadi akses alternatif saat terjadi antrean, tetapi juga merupakan ruang yang bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, Polres Jembrana melalui Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk terus melakukan pengamanan dan pengaturan arus kendaraan menuju pintu keluar Bali. Pengawalan dilakukan di tengah kepadatan kendaraan akibat pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga MB II.
Hingga Minggu (23/8/2026) pukul 05.00 Wita, antrean kendaraan terpantau mencapai sekitar satu kilometer, mulai dari gate in Pelabuhan Gilimanuk hingga kawasan Simpang Empat Pura Dalem Gilimanuk.
Meski terjadi kepadatan, arus kendaraan masih dapat dikendalikan. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) juga dilaporkan aman dan kondusif.
Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk disiagakan untuk melakukan pengaturan dan pemantauan, terutama di titik ekor antrean. Petugas memastikan kendaraan tetap berada pada lajurnya sekaligus mengantisipasi potensi gangguan yang dapat menghambat arus menuju pelabuhan.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Gusti Kade Alit Murdiasa mengatakan, kepolisian terus hadir membantu masyarakat melewati situasi kepadatan dengan tertib. ”Kami terus hadir melakukan pemantauan dan pengaturan, terutama di titik ekor antrean. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar, mengikuti arahan petugas, dan menjaga ketertiban selama proses peningkatan kapasitas Dermaga MB II berlangsung,” katanya.
Menurut dia, prioritas kepolisian adalah memastikan situasi tetap aman dan tertib sehingga pengguna jasa maupun masyarakat sekitar tetap merasa nyaman.
Dia juga mengingatkan pengguna jasa pelabuhan agar tidak saling mendahului maupun mengambil jalur yang dapat mengganggu kendaraan lain. Pengendara diminta tetap mengikuti rekayasa lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.
Polres Jembrana melalui Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk memastikan pemantauan antrean akan terus dilakukan. Pola pengaturan lalu lintas juga akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali