Kering Kemarau Kian Parah, Kini BPBD Jembrana Gencarkan Pasok Ribuan Liter Air Bersih untuk Warga

Muhammad Basir • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:08 WIB
DISTRIBUSIKAN AIR BERSIH : BPBD Jembrana mendistribusikan air bersih di wilayah terdampak kekeringan. (BPBD Jembrana)
DISTRIBUSIKAN AIR BERSIH : BPBD Jembrana mendistribusikan air bersih di wilayah terdampak kekeringan. (BPBD Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id – Musim kemarau mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Jembrana.

Baca Juga: Kemarau Makin Parah, Ratusan Ribu Liter Air Bersih Digelontorkan ke Pelosok Jembrana

Hampir setiap hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana harus mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.

Ribuan liter air bersih digelontorkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Rata-rata, BPBD Jembrana mendistribusikan dua tangki air setiap hari dengan volume sekitar 5.000 hingga 10.000 liter.

Baca Juga: Kekeringan Semakin Meluas di Jembrana, 11 Desa Krisis Air Bersih, akhirnya BPBD Opsi Siaga Darurat

Air bersih tersebut disalurkan dengan mengisi tandon atau tempat penampungan yang telah disiapkan BPBD. Selain itu, petugas juga mendistribusikan langsung ke tempat penampungan air milik warga di wilayah yang terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, distribusi air bersih dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air akibat musim kemarau. ”Distribusi air bersih ini untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih karena kemarau,” ujarnya.

Menurut Agus, dampak kemarau membuat debit sumber air semakin mengecil. Tidak hanya sumber air dari kawasan pegunungan, sumur milik warga juga mulai mengalami penurunan debit. "Kemarau membuat sumber air dari gunung maupun sumur mengecil,” jelasnya.

Saat ini, wilayah yang mengalami dampak kekeringan tercatat telah mencapai 11 desa. BPBD Jembrana masih melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air di sejumlah wilayah karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang.

Kondisi tersebut membuat potensi meluasnya wilayah terdampak kekeringan masih terbuka. BPBD pun menyiapkan langkah antisipasi dengan terus melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah yang membutuhkan. ”Potensi bertambah masih ada karena kekeringan masih panjang,” tandasnya. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
pembagian air bersih kemarau kering bpbd jembrana krisis air bersih kekeringan