NEGARA, radarbali.jawapos.com – Kemacetan parah kembali terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Antrean kendaraan menuju Bali dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mencapai sekitar 12 kilometer.
Di sisi Gilimanuk, kepadatan bahkan sempat meluber hingga jalan nasional sejak malam hingga pagi hari.
Kondisi tersebut menjadi sinyal perlunya antisipasi arus balik dalam beberapa hari ke depan. Terlebih, kapasitas layanan penyeberangan belum sepenuhnya normal karena masih berlangsung pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga II Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi movable bridge (MB) dengan daya dukung hingga 50 ton.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penguatan infrastruktur penyeberangan. Namun selama pengerjaan, kapasitas dermaga belum bisa beroperasi seperti kondisi normal. Dalam kondisi normal, lintasan Ketapang-Gilimanuk dapat dilayani hingga 28 kapal.
Untuk menekan kepadatan, ASDP mengoptimalkan pola operasi dan mengerahkan kapal bantuan. General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, tiga kapal bantuan menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat bongkar muat dan memangkas waktu sandar.
KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk, sementara KMP Liputan XII menerapkan pola TBB di Dermaga LCM.
”Langkah ini kami optimalkan untuk mempercepat proses pelayanan dan membantu mengurai kepadatan kendaraan secara bertahap,” jelas Media.
Total 25 kapal berkapasitas besar kini dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, termasuk tiga kapal bantuan. Optimalisasi tersebut dilakukan bersama regulator dan pihak terkait untuk menjaga kelancaran layanan di tengah keterbatasan kapasitas dermaga.
Pengoperasian kapal berkapasitas besar terus dimaksimalkan untuk mempercepat penguraian kepadatan.
”Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah dinamika operasional yang terjadi. Kami juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan agar layanan pada lintasan ini semakin optimal,” ujarnya.
ASDP mengimbau pengguna jasa mengantisipasi waktu tempuh yang lebih panjang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pengguna jasa yang telah memiliki tiket juga diminta tidak khawatir apabila terjadi penyesuaian waktu keberangkatan akibat kepadatan.
”Kami meminta pengguna jasa untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap akan dilayani untuk menyeberang dan tidak perlu khawatir tiketnya hangus akibat kondisi ini,” tegas Media.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com