NEGARA, Radar Bali.id – Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk bukan lagi sekadar pemandangan musiman saat momen hari besar.
Baca Juga: Dampak Antrean Pelabuhan Gilimanuk: Sampah Menggunung dan Ada yang Buang Hajat di Jalan
Hampir setiap hari, deretan kendaraan mengular panjang lantaran seluruh kantong parkir di dalam kawasan pelabuhan penuh sesak. Imbasnya, antrean meluber hingga ke badan Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, bahkan mengular masuk ke gang-gang permukiman warga.
Kondisi tersebut diperkirakan masih akan mewarnai aktivitas penyeberangan lintas Gilimanuk-Ketapang hingga akhir 2026. Pemicunya, kapasitas efektif pelabuhan mengalami penurunan sementara selama proyek penguatan infrastruktur Dermaga 2 Gilimanuk berlangsung.
Di tengah situasi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengebut penyelesaian proyek penguatan Dermaga 2 Gilimanuk dan Dermaga Ponton Ketapang. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi meningkatkan kapasitas serta keandalan layanan penyeberangan penghubung Jawa dan Bali.
Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Alfian, menyatakan bahwa pengerjaan Dermaga 2 Gilimanuk terus berjalan intensif. Saat ini, fokus pengerjaan masuk pada tahap pembongkaran dermaga eksisting yang ditargetkan rampung pada akhir September.
”Proses saat ini masih berlangsung di tahap pembongkaran dermaga eksisting Dermaga 2 Gilimanuk yang kami targetkan selesai akhir bulan ini,” terangnya.
Selain pengerjaan fisik di lokasi, ASDP juga menyiapkan sejumlah komponen pendukung secara off-site. Mulai dari fabrikasi tiang pancang, movable bridge (MB), hingga sistem hidrolik. Tiang pancang dijadwalkan tiba di lokasi pada akhir September untuk segera dilanjutkan ke tahap pemasangan.
Targetnya, seluruh pengerjaan Dermaga 2 Gilimanuk rampung sebelum Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dimulai. ”Target selesainya akhir Desember sebelum posko Nataru,” tegas Bintang.
Proyek revitalisasi yang digulirkan sejak Minggu (21/8/2026) ini bertujuan menggenjot daya tampung Dermaga 2 Gilimanuk. Dermaga yang semula berkapasitas 20–30 ton akan diperkuat hingga mampu disandari kapal berbobot 50 ton.
Penguatan serupa dilakukan di sisi Pelabuhan Ketapang. Dermaga ponton ditransformasi menjadi dermaga movable bridge permanen berkapasitas 50 ton. ”Pengoperasian penuh ditargetkan paling lambat menjelang Angkutan Lebaran 2027,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali