Marak Kebakaran Setiap Saat, Dana BBM Armada Damkar Jembrana Membengkak

Muhammad Basir • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:01 WIB
PERLU DANA BERLIPAT : Petugas Damkar Jembrana saat memadamkan kebakaran gudang kayu. (foto: Damkar Jembrana)
PERLU DANA BERLIPAT : Petugas Damkar Jembrana saat memadamkan kebakaran gudang kayu. (foto: Damkar Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id – Kebakaran lahan dan bangunan yang nyaris terjadi setiap hari di tengah musim kemarau mulai ikut menekan biaya operasional Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana.

Baca Juga: Kemarau Kering di Karangasem, Kebakaran Lahan di Kubu Menggila, Dua Lokasi dalam Sehari

Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) armada pemadam meningkat drastis seiring tingginya frekuensi penanganan kebakaran di berbagai wilayah.

Baca Juga: Ditinggal Tidur, Rumah Hangus Terbakar Dini Hari, Segini Kalkulasi Kerugiannya

Terbaru, kebakaran melanda tumpukan kayu usaha milik I Kayan Parwata, 44, di Lingkungan LC, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, pada Kamis, 1 Oktober 2026, dini hari.

Api diketahui sekitar pukul 00.30 Wita setelah seorang warga yang juga anggota Polres Jembrana, Kade Dody, melihat kobaran api saat hendak pulang ke rumah.

Baca Juga: Penertiban Tuntas Pasca-Kebakaran, TKP Masih Dijaga Ketat, Sejumlah Kendaraan Jadi Arang

Pemilik usaha langsung diberitahu. Laporan kemudian diteruskan ke Mako Damkar Jembrana. Regu I yang sedang siaga bergerak menuju lokasi. Satu unit armada Altora dikerahkan untuk menjinakkan api.

Dalam penanganan sekitar 15 menit, petugas menghabiskan sekitar 3.500 liter air. Api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp1 juta, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kasatpol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana mengatakan, meningkatnya kejadian kebakaran memang berdampak langsung terhadap penggunaan BBM armada Damkar. Sebab, semakin banyak kejadian yang ditangani, semakin tinggi pula mobilitas armada menuju lokasi kebakaran.

Meski demikian, dia memastikan anggaran operasional Damkar yang telah direncanakan masih mencukupi. Anggaran tersebut, kata dia, digunakan khusus untuk kebutuhan BBM. ”Anggarannya hanya BBM saja, tidak ada yang lain,” ujarnya.

Menurut Eko, kebutuhan operasional Damkar telah disusun berdasarkan perencanaan anggaran. Namun, tingginya frekuensi kebakaran selama musim kemarau membuat penggunaan BBM harus terus dipantau agar anggaran yang tersedia mampu menopang pelayanan hingga penghujung tahun. ”Semoga sampai akhir tahun ini kiranya mencukupi,” harapnya.

Karena itu, Satpol PP Jembrana bersama jajaran Damkar tetap mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Setiap laporan kebakaran diupayakan segera ditangani, terutama kebakaran lahan yang belakangan cukup mendominasi.

Eko berharap kondisi kemarau segera berakhir sehingga potensi kebakaran dapat ditekan. Sebab, selain mengancam permukiman dan aset warga, kebakaran yang berulang juga membuat armada Damkar harus lebih sering turun ke lapangan. ”Kami upayakan dengan sumber daya yang ada semaksimal mungkin untuk menangani,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, pencegahan kebakaran menjadi kunci. Warga diminta lebih waspada terhadap sumber api, terutama saat kondisi lingkungan kering dan mudah terbakar. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
kemarau kering karhutla Damkar Jembrana kebakaran bbm