Sempat Mengular Belasan Kilometer, Antrean Kendaraan Ketapang–Gilimanuk Berangsur Berkurang

Muhammad Basir • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 06:33 WIB
MULAI SEPI : Antrean kendaraan dalam pelabuhan Gilimanuk . (foto: ASDP)
MULAI SEPI : Antrean kendaraan dalam pelabuhan Gilimanuk . (foto: ASDP)

NEGARA, Radar Bali.id – Antrean kendaraan di lintasan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk mulai berangsur surut. Setelah beberapa hari sempat mengular panjang, arus lalu lintas di pelabuhan penghubung Pulau Jawa dan Bali ini terpantau lebih terkendali sejak Jumat, 2 Oktober 2026.

Baca Juga: Dampak Antrean Menuju Pelabuhan Gilimanuk: Sampah Menumpuk, Petugas Kebersihan Kerja  Keras

Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang yang sebelumnya sempat mengular belasan kilometer kini berkurang drastis. Begitu pula dengan arus kendaraan yang masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk, kondisinya relatif lebih lancar.

Pemandangan ini jauh berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya saat antrean panjang nyaris terjadi setiap hari hingga meluber keluar kawasan pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto mengatakan, kondisi antrean terus dipantau secara intensif seiring dengan pergerakan kendaraan serta kesiapan kapal. Pengaturan operasional pun disesuaikan secara dinamis dengan kondisi di lapangan.

”Perkembangan antrean yang semakin terkendali menjadi bagian dari proses pemulihan layanan yang terus kami dorong,” ujar Media Syahrianto, Jumat (2/10/2026).

Saat ini, sebanyak 27 unit kapal disiagakan untuk melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk. Rinciannya, lima kapal beroperasi di Dermaga MB 1, lima kapal di MB 3, 12 kapal di Dermaga LCM, dan lima kapal di MB 4. Selain itu, KMP Portlink VII turut diperbantukan di Dermaga MB 4 guna mendongkrak kapasitas pelayanan.

Meski antrean mulai menyusut, volume pergerakan kendaraan di lintasan Jawa–Bali tersebut tercatat masih tergolong tinggi. Data operasional menunjukkan, pada Rabu, 30 September 2026, tercatat sebanyak 19.101 penumpang dan 5.881 kendaraan menyeberang dari Ketapang.

Jumlah tersebut melonjak 4,57 persen dibanding hari sebelumnya. Sehari berikutnya, Kamis, 1 Oktober 2026, pergerakan penumpang kembali melonjak mencapai 19.942 orang dengan membawa 5.745 unit kendaraan.

Tingginya mobilitas kendaraan ini menjadi tantangan tersendiri di tengah kapasitas dermaga yang belum sepenuhnya pulih ke kondisi normal. ”Pengaturan pola operasi kapal dan distribusi kendaraan masih menjadi faktor penting untuk mencegah antrean kembali menumpuk,” tambahnya.

Pihak ASDP menegaskan bahwa pemantauan arus kendaraan di kedua pelabuhan akan tetap dilakukan secara berkala. Pola penyeberangan armada kapal senantiasa disesuaikan dengan volume lalu lintas, kapasitas dermaga, kesiapan teknis armada, hingga faktor keselamatan pelayaran.

Kendati situasi kini relatif melandai, potensi antrean susulan tetap diantisipasi, terutama jika terjadi lonjakan arus kendaraan atau potensi gangguan teknis pada fasilitas penyeberangan. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
pelabuhan ketapang selat bali penyeberangan pelabuhan gilimanuk