NEGARA, Radar Bali.id – Setelah lebih dari sebulan diwarnai pasang surut antrean panjang, layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai kembali normal.
Baca Juga: Sempat Mengular Belasan Kilometer, Antrean Kendaraan Ketapang–Gilimanuk Berangsur Berkurang
Namun, upaya menjaga kelancaran arus kendaraan tetap berlanjut. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bahkan memperpanjang operasional kapal bantuan KMP Jatra I hingga satu bulan ke depan.
Baca Juga: Dampak Antrean Pelabuhan Gilimanuk: Sampah Menggunung dan Ada yang Buang Hajat di Jalan
Perpanjangan tersebut dilakukan meski kondisi antrean kendaraan di lintasan penyeberangan yang menghubungkan Jawa dan Bali itu mulai terkendali. Keberadaan armada tambahan dinilai masih diperlukan untuk menjaga kapasitas layanan, sekaligus mengantisipasi lonjakan kendaraan yang berpotensi kembali memicu antrean panjang.
Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Bintang Felfian mengatakan, KMP Jatra I belum dikembalikan dan masih akan beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk sesuai surat terbaru dari Kemenhub. "Belum dikembalikan. Surat terbaru dari Kemenhub memperpanjang operasional Jatra I di lintasan Ketapang–Gilimanuk hingga sebulan ke depan," ujarnya.
Sementara itu, untuk KMP Portlink, ASDP masih menunggu pembaruan kebijakan terkait kelanjutan penugasannya sebagai kapal bantuan. Dengan demikian, kepastian operasional kapal tersebut di lintasan Ketapang–Gilimanuk masih belum diketahui.
Sebelumnya, KMP Jatra I mulai memperkuat layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dengan pelayaran perdana pada Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Kehadiran kapal tersebut menjadi bagian dari optimalisasi armada untuk meningkatkan kapasitas angkut di tengah tingginya pergerakan kendaraan. Kapal tersebut dijadwalkan melayani lintasan menuju Lembar dengan mempertimbangkan kondisi pasang surut air laut di Pelabuhan Tanjung Wangi.
Kondisi antrean yang kini mulai normal menjadi momentum bagi pengelola penyeberangan untuk menjaga kestabilan layanan. Sebab, pertumbuhan volume kendaraan dan tingginya mobilitas masyarakat di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap menjadi tantangan, terlebih ketika terjadi peningkatan arus pada periode tertentu.
Perpanjangan operasional KMP Jatra I diharapkan dapat menjadi penyangga kapasitas penyeberangan agar kelancaran arus kendaraan tetap terjaga. Terlebih, pengalaman antrean panjang selama lebih dari sebulan menunjukkan bahwa kapasitas dan kesiapan armada menjadi faktor penting dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan.
ASDP juga terus melakukan pemantauan pergerakan kendaraan di kawasan pelabuhan dan akses jalan menuju pelabuhan. Penyesuaian pola operasi dilakukan berdasarkan kondisi lapangan serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali