NEGARA, Radar Bali.id – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jembrana mendadak tersendat. Sebanyak 49 sekolah dari jenjang TK hingga SMA mendadak hilang dari daftar Penerima Manfaat (PM), sehingga dalam dua hari terakhir batal menerima jatah makanan bergizi.
Masalah ini bukan disebabkan keterbatasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tercatat ada 29 unit di Jembrana. Melainkan karena adanya pembaruan penetapan data PM oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Anggaran MBG Bocor Rp 12 Triliun, Bali Stop Proyek 192 Dapur SPPG Baru
Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Jembrana, Angelina Christine membenarkan adanya kendala teknis tersebut. Menurutnya, penyesuaian data penerima masih dilakukan di tingkat pusat sehingga berdampak langsung ke lapangan.
”Memang benar, ada beberapa kendala karena perbaikan yang terus dilakukan di pusat. Salah satunya penetapan Penerima Manfaat yang sedang diatur kembali. Sehingga ada beberapa sekolah yang terkendala karena tidak masuk dalam daftar,” ujar Angelina, Kamis (8/10/2026).
Ia menjelaskan, 49 sekolah yang tidak terdaftar tersebut tersebar di wilayah pelayanan 29 SPPG di Jembrana. Pihaknya telah melaporkan masalah ini ke pusat dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jembrana.
Sebelumnya pada Selasa (6/10/2026), kepala SPPG telah mendatangi sekolah-sekolah untuk menyampaikan perubahan tersebut. Penetapan daftar penerima sebenarnya mulai berlaku sejak Senin (5/10/2026), namun penyesuaian di lapangan baru berjalan pada Rabu (7/10/2026) usai koordinasi dengan pihak sekolah.
Angelina berharap perbaikan data dari pusat segera tuntas agar puluhan sekolah terdampak bisa kembali masuk daftar dan penyaluran MBG kembali berjalan normal.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali