NEGARA, Radar Bali.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jembrana membuat para pengguna jalan kelimpungan. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU mengular hingga memakan sebagian jalur nasional Denpasar–Gilimanuk.
Baca Juga: Dampak Krisis BBM di Bali ke Pendidikan: Unud Terapkan Daring dan WFH Tiga Hari
Pengendara bahkan harus bersabar menanti hingga hampir satu jam demi mendapatkan BBM jenis Pertalite pada Selasa (13/10/2026).
Baca Juga: Di Kabupaten Pusatnya Pangkalan BBM pun Pertalite Langka dan SPBU Kehabisan Stok
Salah seorang pengemudi mobil mengaku terpaksa mengantre lama setelah stok Pertalite dan Pertamax di beberapa SPBU kosong sejak Minggu (11/10/2026). ”Hampir satu jam mengantre. Semoga pasokan segera normal karena BBM sangat dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari,” keluhnya.
Berdasarkan keterangan petugas SPBU, kekosongan Pertalite terjadi sejak Minggu (11/10/2026) sore hingga dini hari, disusul BBM jenis Pertamax yang menyusul habis pada Minggu (11/10/2026) malam. Sebanyak 14 SPBU di wilayah Jembrana terdampak kelangkaan ini, bahkan dua SPBU di Kota Negara turut kehabisan stok Pertamax Turbo.
Kondisi tersebut memaksa warga berkeliling berpindah-pindah SPBU. Budi, 36, warga Kaliakah, Kecamatan Negara, mengaku kecewa berat setelah menyambangi tiga SPBU di Kota Negara tanpa hasil. Ia bahkan terpaksa meminta bantuan rekannya untuk mendorong sepeda motornya yang mogok kehabisan bensin. Tak hanya di SPBU, sejumlah pedagang BBM eceran di pinggir jalan juga kehabisan stok.
Dalam kondisi terdesak, sebagian warga terpaksa membeli Pertamax Turbo seharga sekitar Rp 20 ribu per liter. Salah seorang pegawai SPBU yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kekosongan BBM dipicu keterlambatan pengiriman pasokan melalui jalur laut.
Manajer SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Iskandar Alfan menjelaskan, pasokan Pertalite dan Pertamax masing-masing sebanyak delapan ton baru tiba pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Namun, tingginya permintaan warga membuat stok cepat habis.
”Pertamax sudah habis, sedangkan Pertalite tersisa sekitar tiga ton. Antrean dimulai sejak pukul 05.00 Wita,” terangnya pada Selasa (13/10/2026). Stok Pertamax di SPBU tersebut ludes sekitar pukul 11.00 Wita, disusul Solar bersubsidi setengah jam kemudian.
Hal serupa terjadi di SPBU Jalan Ngurah Rai, Negara. Manajer SPBU, Krisna menyebut pasokan Pertalite sebanyak delapan ton tiba pada Selasa (13/10/2026) pukul 03.00 Wita, namun pada pukul 10.00 Wita tersisa tiga ton. Sementara stok Pertamax sudah habis total.
Kepadatan di sekitar SPBU pun diantisipasi kepolisian. Sejak Selasa (13/10/2026) pukul 06.30 Wita, personel Satlantas Polres Jembrana disiagakan di empat SPBU utama.
Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta menyatakan penyiagaan personel dilakukan agar antrean tak mengganggu arus lalu lintas utama. Kendati arus lalu lintas tetap terkendali, warga amat berharap kepastian pasokan BBM dapat segera normal kembali. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali