NEGARA, Radar Bali.id– Antrean bahan bakar minyak (BBM) yang mengular di sejumlah SPBU Jembrana tak cukup hanya diatasi dengan imbauan.
Baca Juga: BBM Langka, Polda Bali Sikat Penyeleweng Subsidi, Tujuh Tersangka Diciduk
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan meminta Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) turun langsung ke lapangan untuk mengawal antrean, mencegah serobotan, sekaligus mengurai kemacetan.
Baca Juga: Kurangi Antrean, Pertamina Jual Pertalite dengan Jeriken Ludes di Jalan Raya Puputan Denpasar
Instruksi tegas itu disampaikan saat apel koordinasi di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jumat (16/10/2026). Seluruh personel diminta memusatkan pengawasan di wilayah yang terdapat SPBU, berkolaborasi dengan kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif.
”Gerakkan semua Satpol PP dan Polprades yang ada di masing-masing desa. Saya minta fokus sekarang di wilayah yang ada SPBU,” tegas Kembang.
Pengawasan tak hanya menyangkut ketertiban antrean. Membludaknya kendaraan yang hendak mengisi BBM berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama jika antrean meluber hingga ke badan jalan nasional. Karena itu, petugas diminta mengantisipasi kendaraan yang menyerobot antrean maupun potensi gesekan antarwarga.
Kembang meminta pengerahan personel dilakukan selama antrean masih terjadi. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan dapat mencegah situasi semakin semrawut, sekaligus membantu warga yang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
”Kita harus hadir, pemerintah tidak boleh diam. Selama masih terjadi antrean, kita harus ada di sana,” ujarnya.
Namun, pengawalan antrean baru menyentuh persoalan di lapangan. Warga tetap membutuhkan kepastian pasokan BBM agar tidak terus terjebak dalam antrean panjang. Di tengah situasi tersebut, kelancaran distribusi dan ketersediaan stok menjadi persoalan yang tak kalah penting untuk ditangani. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali