Cegah Saling Serobot dan Kemacetan, Jembrana Kerahkan Satpol PP dan Dishub di SPBU

Muhammad Basir • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:59 WIB
ANTRE DENGAN TERTIB : Antrean pembeli BBM di SPBU Jembrana. (M.Basir/Radar Bali
ANTRE DENGAN TERTIB : Antrean pembeli BBM di SPBU Jembrana. (M.Basir/Radar Bali)

NEGARA, Radar Bali.id– Antrean bahan bakar minyak (BBM) yang mengular di sejumlah SPBU Jembrana tak cukup hanya diatasi dengan imbauan.

Baca Juga: BBM Langka, Polda Bali Sikat Penyeleweng Subsidi, Tujuh Tersangka Diciduk

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan meminta Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) turun langsung ke lapangan untuk mengawal antrean, mencegah serobotan, sekaligus mengurai kemacetan.

KERAHKAN APARAT PEMKAB: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan  saat pengerahan Satpol untuk Antrean BBM. (Humas Pemkab Jembrana)
KERAHKAN APARAT PEMKAB: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat pengerahan Satpol untuk Antrean BBM. (Humas Pemkab Jembrana)

 

Baca Juga: Kurangi Antrean, Pertamina Jual Pertalite dengan Jeriken Ludes di Jalan Raya Puputan Denpasar

Instruksi tegas itu disampaikan saat apel koordinasi di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jumat (16/10/2026). Seluruh personel diminta memusatkan pengawasan di wilayah yang terdapat SPBU, berkolaborasi dengan kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif.

”Gerakkan semua Satpol PP dan Polprades yang ada di masing-masing desa. Saya minta fokus sekarang di wilayah yang ada SPBU,” tegas Kembang.

Pengawasan tak hanya menyangkut ketertiban antrean. Membludaknya kendaraan yang hendak mengisi BBM berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama jika antrean meluber hingga ke badan jalan nasional. Karena itu, petugas diminta mengantisipasi kendaraan yang menyerobot antrean maupun potensi gesekan antarwarga.

Kembang meminta pengerahan personel dilakukan selama antrean masih terjadi. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan dapat mencegah situasi semakin semrawut, sekaligus membantu warga yang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

”Kita harus hadir, pemerintah tidak boleh diam. Selama masih terjadi antrean, kita harus ada di sana,” ujarnya.

Namun, pengawalan antrean baru menyentuh persoalan di lapangan. Warga tetap membutuhkan kepastian pasokan BBM agar tidak terus terjebak dalam antrean panjang. Di tengah situasi tersebut, kelancaran distribusi dan ketersediaan stok menjadi persoalan yang tak kalah penting untuk ditangani. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
antrean bbm di bali Bali Krisis BBM satpol pp SPBU di Jembrana bbm langka