NEGARA, Radar Bali.id– Gelombang kebakaran lahan nyaris terjadi setiap hari di Kabupaten Jembrana seiring berkecamuknya musim kemarau.
Baca Juga: Bali Dikepung Kekeringan dan Karhutla Imbas Kemarau Ekstrem, Ini Langkah Pemerintah
Di tengah lonjakan insiden kebakaran tersebut, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Jembrana harus bertaruh nyawa di lapangan dengan segala keterbatasan armada.
Baca Juga: Karhutla Beruntun di Jembrana, Kali Ini Diduga karena Puntung Rokok, Api Lahap Kebun di Ekasari
Saat ini, Damkar Jembrana hanya mengandalkan empat unit armada operasional untuk mengaver seluruh wilayah kabupaten. Armada tersebut terdiri dari dua unit mobil tangki air dan dua unit mobil pemadam penembak.
Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana, Kade Bagus Darmawan, 38, tak menampik bahwa jumlah armada yang ada saat ini masih jauh dari kata ideal.
“Memang kalau untuk jumlah armada, saat ini masih kurang dari kebutuhan,” ungkap Kade Bagus Darmawan.
Meski demikian, ia memastikan seluruh unit yang ada tetap dalam kondisi layak dan siap tempur (ready to use). Petugas disiagakan 24 jam untuk merespons setiap laporan warga yang masuk.
Keterbatasan ini menjadi tantangan berat ketika amukan si jago merah terjadi bersamaan di beberapa lokasi terpisah. Seperti insiden terbaru pada Minggu, 18 Oktober 2026 (18/10/2026). Lahan perkebunan seluas 1,5 hektare di Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, mendadak membara sekitar pukul 09.30 Wita.
Kejadian bermula saat saksi mendengar suara ledakan bambu terbakar dari arah kebun milik suaminya. Saat dicek, kobaran api sudah menghanguskan semak belukar, pohon jati, hingga rumpun bambu. Khawatir merembet luas, warga langsung memanggil bantuan Damkar.
Regu III Damkar Jembrana yang sedang piket bergerak cepat meluncur ke lokasi dalam waktu tempuh 19 menit. Didukung warga sekitar, penanganan pemadaman berlangsung selama 30 menit dengan menghabiskan air sekitar 13.000 liter. Sekitar 0,5 hektare lahan hangus dalam kejadian ini.
”Tidak ada korban jiwa. Sementara penyebab kebakaran dan nilai kerugian materiil masih dalam proses penyelidikan,” tandas Kade Bagus Darmawan. [*]
Editor : Hari Puspita