NEGARA, Radar Bali.id – Kebijakan efisiensi anggaran Pemkab Jembrana berdampak langsung pada kalender ajang balapan kerbau tradisional makepung tahun 2026.
Baca Juga: Serunya Festival Makepung Jembrana 2026, Bupati Kembang dan Wabup Ipat Ikut Jadi Joki
Dari empat ajang resmi yang rutin menghiasi kalender balap saban tahun, Pemkab Jembrana hanya mampu memutar satu event tingkat kabupaten. Ajang bergengsi Gubernur Cup tahun ini bahkan terpaksa ditiadakan.
Baca Juga: Adu Cepat 254 Pasang Kerbau di Sirkuit All In One di Makepung Kapolda Cup 2026
Koordinator Sekaa (paguyuban) Makepung Jembrana I Made Mara menyampaikan, agenda resmi makepung sejatinya diwarnai empat kejuaraan saban musim, yakni Kapolda Cup, Gubernur Cup, Bupati Cup, dan Jembrana Cup. Namun keterbatasan anggaran memaksa pengurus melakukan perampingan jadwal secara drastis.
Baca Juga: Saksikan Makepung Bupati Cup 2025, Ribuan Warga Padati Sirkuit Samblong
Bupati Cup dan Jembrana Cup 2026 akhirnya disatukan dalam satu ajang bertajuk Festival Makepung Jembrana. Festival tersebut telah bergulir pada Minggu, 23 Agustus 2026 lalu dengan menyedot 268 peserta—terdiri dari 144 peserta Blok Barat dan 124 peserta Blok Timur. Sayangnya, untuk Gubernur Cup sama sekali tidak bisa diputar.
"Karena tergantung efisiensi anggaran di kabupaten, Jembrana Cup ditiadakan. Hanya satu event saja yang terlaksana, yakni Festival Makepung," ujar Mara.
Mara menambahkan, seri di Sirkuit All In One sejatinya diplot menjadi laga penutup musim makepung 2026. Namun tanpa ajang Jembrana Cup, penutupan musim terpaksa dikemas dalam format pertandingan biasa tanpa perebutan piala bergengsi.
Kendati tanpa kucuran anggaran resmi, para sekaa makepung tetap berinisiatif menggeber pertandingan independen demi merawat tradisi leluhur.
"Tapi sekaa tetap semangat. Walaupun tidak ada anggaran, pertandingan tetap dilaksanakan untuk mempertahankan tradisi dan budaya kita," tegasnya.
Mara berharap pada musim mendatang ajang makepung kembali berjalan penuh dalam 10 putaran resmi dari Juli hingga November. Ia mendorong agar Bupati Cup dan Jembrana Cup kembali dianggarkan secara utuh untuk memelihara gairah kompetisi dan regenerasi pelestari budaya khas Bumi Makepung tersebut. [*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali