Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dua Warga di Jembrana Digigit Ular, Dilarikan ke RSU Negara saat Nyepi

Yoyo Raharyo • Sabtu, 5 Maret 2022 | 11:45 WIB
dua-warga-di-jembrana-digigit-ular-dilarikan-ke-rsu-negara-saat-nyepi
dua-warga-di-jembrana-digigit-ular-dilarikan-ke-rsu-negara-saat-nyepi

NEGARA – Dua orang warga di Jembrana, Bali, digigit ulang saat Hari Raya Nyepi. Di tengah brata penyepian, dua warga itu pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara.


 


Pada saat Nyepi, memang tidak semua pelayanan publik tutup. Ada beberapa pelayanan publik yang masih buka 24 jam.


 


Seperti pelayanan RSU Negara yang tetap buka selama 24 jam, atau selama hari raya Nyepi. Selama hari Raya Nyepi , RSU Negara melayani warga dalam kondisi darurat.


 


Dan ternyata, memang ada puluhan warga harus dilarikan ke RSU Negara di tengah Hari Raya Nyepi di Jembrana. Persisnya ada 24 orang yang rawat inap dan rawat jalan.


 


Dua orang di antaranya, dari pasien di RS Negara itu adalah korban gigitan ular dari dua desa berbeda mendapat penanganan  di Instalasi Gawat Darurat (IGD).


 


Direktur RSU Negara, dr Ni Putu Eka Indrawati mengatakan, selama Hari Raya Nyepi pelayanan di rumah sakit masih buka. Pihaknya siagakan sebanyak 117 orang tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan, karena selain untuk melakukan perawatan kepada pasien yang rawat inap, juga untuk mengantisipasi kondisi darurat.


 


"Waktu pelayanan saja yang berubah, biasanya 24 jam dibagi shift, tapi khusus Nyepi yang bertugas selama 24 jam," jelasnya.


 


Menurutnya, pelayanan RSU Negara selama hari raya Nyepi menerima pasien sebanyak 24 orang. Pasien yang datang dengan berbagai kondisi keluhan kesehatan, mulai panas, mau melahirkan hingga warga yang digigit ular.


 


Dua orang korban gigit ular dilarikan di IGD RSU Negara, saat Nyepi anak usia 10 tahun berasal dari Yeh Kuning, Pekutatan dan warga umur 54 tahun dari Munduk Kendung, Desa Berangbang, Negara. Kedua pasien tersebut telah ditangani oleh dokter jaga dengan penanganan gigitan ular.


 


"Dua pasien gigitan ular sudah ditangani dan membaik," imbuhnya.


 


Di samping itu, satu orang warga yang dibawa ke RSU Negara, suspek Covid-19. Pasien yang sedang hamil tersebut kemudian dilakukan pengambilan swab dan ditest dengan PCR, hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19 dan langsung menjalani isolasi.

Editor : Yoyo Raharyo
#nyepi #jembrana #rsu negara