Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Longsor, Senderan Jebol, Usaha Laundry Merugi Puluhan Juta

Hari Puspita • Kamis, 2 Maret 2023 | 18:03 WIB
WASPADA: Masyarakat saat melakukan evakuasi terhadap tiga unit sepeda motor milik warga di Banjar Benekasa, Desa Muncan, Kecamatan Selat akibat tertimbun material longsor, Sabtu (8/10).
WASPADA: Masyarakat saat melakukan evakuasi terhadap tiga unit sepeda motor milik warga di Banjar Benekasa, Desa Muncan, Kecamatan Selat akibat tertimbun material longsor, Sabtu (8/10).
AMLAPURA, Radar Bali.id- Hujan deras dampak cuaca ekstrem yang mengguyur wilayah Karangasem mengakibatkan senderan rumah milik I Gusti Ngura Alit, di Banjar Dinas Palak, Desa Besakih, Kecamatan Rendang jebol pada Rabu (1/3/2023) dini hari. Runtuhan material senderan tersebut sampai menimpa tempat usaha laundry hingga mengakibatkan kerusakan.

Dihubungi melalui sambungan telepon, I Gusti Ngurah Alit mengatakan senderan yang jebol tersebut terjadi sekitar pukul 01.15 Rabu dini hari. Saat itu, ia dan anggota keluarganya tengah tertidur pulas. “Kaget karena seperti ada getaran. Saat saya lihat ternyata senderan rumah jebol,” tuturnya.

Akibatnya, runtuhan material senderan dengan panjang 20 meter dan tinggi sekitar 6 meter itu pun menimpa bangunan tempat usaha laundry milik I Gusti Ayu Murni hingga mengalami kerusakan berat. Bahkan pakaian milik pelanggan yang ada di dalam bangunan tersebut ikut tertimbun material senderan hingga menyebabkan kerugian senilai Rp 60 juta rupiah.

“Jalan yang ada di bawah juga tidak bisa dilalui warga. Karena material senderan menutup badan jalan. Warga yang pakai kendaraan cari jalan lain,” tuturnya.

Akibat kejadian itu, sembilan Kepala Keluarga (KK) yang saat ini terisolir karena tidak bisa lewat. Agar jalan tersebut bisa dilalui kembali, masyarakat sekitar pun melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsoran senderan miliknya. “Semoga besok sudah kembali normal,” harap Alit.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana mengatakan akibat hujan disertai angin kencang itu, terjadi bencana di beberapa titik.

Salah satunya pohon tumbang yang menimpa bangunan milik warga. “Untuk tanah longsor yang di Rendang, sudah dibersihkan warga. Begitu juga pohon tumbang di Kubu kami sudah lakukan penanganan,” ucapnya. [zulfika rahman/radar bali]

  Editor : Hari Puspita
#dampak cuaca ekstrem #tanah longsor #bencana #Senderan jebol