Rencananya, prosesi pecaruan tersebut akan digelar di Pura Pengubengan.Pemucuk Pemangku Pura Agung Besakih, I Gusti Mangku Jana mengatakan, rencana prosesi upacara pembersihan itu akan digelar pada 2 April mendatang.
Untuk sarana upacara pecaruan ini akan menggunakan banten byakaon, prayascita, durmangala, daanan tumpeng pitu dan caru ekasata. “Setelah kami melakukan paruman, hasilnya akan dilakukan pecaruan pada 2 April di Pura Pengubengan,” ujarnya.
Diakuinya, aksi tak senonoh yang dilakukan oknum WNA tersebut sangat melukai masyarakat. Khususnya Umat Hindu Bali. Mengingat Gunung Agung tersebut sangat disucikan. “Gunung Agung ini bukan gunung sembarangan. Karena sangat disucikan tidak hanya masyarakat di Besakih namun seluruh Bali,” tuturnya.
Pihaknya berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. Untuk pendaki yang ingin naik ke Gunung Agung agar didampingi dengan pemandu lokal. Sehingga aktivitas pendakian bisa dikontrol dan diingatkan apabila melanggar aturan yang berlaku. “Semoga ini pertama dan terakhir kali. Tidak ada lagi kejadian-kejadian berikutnya,” tandasnya.
Seperti diketahui, aksi tak senonoh WNA berpose tak senonoh saat melakukan pendakian Gunung Agung beberapa waktu lalu. Aksi tersebut pun menjadi sorotan di tengah kondisi pariwisata Bali yang kian dijejali turis bermasalah. Foto WNA itu pun viral dengan pose menurunkan celana sambil menghadap kawah Gunung Agung. [zulfika rahman/radar bali]
Editor : Hari Puspita