Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiartha mengatakan, umat Hindu yang mengikuti upacara melasti tersebut berjalan kaki dari Pura Agung Besakih menuju ke lokasi melasti di mata air suci Toya Sah yang ada di Desa Muncan, Kecamatan Selat. Terdapat dua lokasi tempat melasti saat berlangsungnya upacara Ida Bathara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih yaitu di Tegal Suci Tegenan dan di Toya Sah Muncan. “Melasti ini menyesuaikan tahun ganjil genap. Untuk tahun ini melasti dilangsungkan di Toya Sah,” ujarnya.
Hal tersebut kata Widiartha sudah menjadi pakem. Dua tempat yang dipilih sebagai tempat melasti itu memang selalu dijadikan tempat ida bhatara melasti. “Kalau sudah 5 kali tahun ganjil dan 5 kali tahun genap maka akan dilaksanakan satu kali melasti ke Klotok, intinya 10 kali Karya IBTK maka sekali ke Klotok," terangnya.
Menurut Widiarta, upacara melasti ini memiliki kaitan dengan pesucian atau jika diartikan menyucikan diri pada sumber mata air yang disucikan tersebut. Nantinya setelah upacara melasti, pada malam harinya akan dilaksanakan ngias Ida Bhatara dan akan dilaksanakan upacara mepepada pada esokan harinya.
Dalam upacara melasti saat ini, terdapat sekitar 23 jempana prelingga ida bhatara yang di pundut oleh pengiring dengan cara berjalan kaki menuju lokasi pesucian Toya Sah. setelah upacara pesucian selesai, jempana prelingga Ida Bahata kemudian akan mewali menuju Pura Agung Besakih dan akan dilaksanakan upacara pemendakan. (zul)
Editor : Donny Tabelak