AMLAPURA-Sejumlah pedagang asongan kembali berjualan di kawasan fasilitas Pura Agung Besakih. Padahal dalam penataan Pura Agung Besakih, para pedagang sudah diberikan lokasi los atau kios yang dipusatkan untuk tempat berjualan.
Usut punya usut, ternyata mereka terpaksa kembali berjualan ngasong, lantaran lokasi los atau kios yang mereka tempati dianggap tidak srategis. Terutama yang posisinya berada agak kedalam di kawasan ulun setra. “Ya kami dapat los di sana, tapi tidak ditempati,” kata salah seorang pedagang yang namanya enggan disebut, Jumat (8/9).
Dengan kondisi tersebut, para pedagang itu sering tidak mendapat penghasilan. “Kalau dipaksakan jualan di sana siapa yang mau beli, tidak ada pengunjung atau pemedek yang lewat sana," ucapnya.
Para pedagang yang kembali memilih ngasong itu sebenarnya sadar telah melanggar imbauan. Namun menurut mereka, hal itu terpaksa dilakukan agar tetap bisa berjualan meski harus kucing-kucingan dengan petugas patroli gabungan.
Sementara itu, terkait aktivitas pedagang asongan ini, Humas Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Putu Asnawa mengatakan, selama ini upaya penertiban telah dilakukan oleh tim patroli gabungan setiap periode tertentu. Dalam patroli itu, melibatkan Forkompincam, Babinsa, Bhabimkamtibmas, Pecalang, Bakamda, securiti, dan Perwakilan Desa Dinas dan Desa Adat yang diinisiasi oleh Badan Pengelola. “Kami selalu edukasi oleh Tim Administrasi UMKM agar berjualan sesuai zona yang ditentukan,” katanya.
Badan Pengelola Fasilitas Pura Agung Beskih pun telah menyiapkan berbagai sarana edukasi seperti imbauan, pengumuman oleh Badan Pengelola bersama Desa Adat Besakih dan Desa Dinas Besakih. “Kami akan menyelenggarakan kesepakatan bersama untuk atensi kenyamanan di Kawasan Besakih,” sebutnya. (*)
Editor : Donny Tabelak