Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tiga Penggali Batu Tewas Tertimbun Longsor di Bebandem Karangasem

Zulfika Rahman • Selasa, 12 September 2023 | 03:29 WIB

 

Petugas gabungan saat melakukan upaya evakuasi terhadap korban longsor di bantaran sungai Lembah Taksu, Dusun Kemuning, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Senin (11/9)
Petugas gabungan saat melakukan upaya evakuasi terhadap korban longsor di bantaran sungai Lembah Taksu, Dusun Kemuning, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Senin (11/9)

AMLAPURA- Lima orang penggali batu di Dusun Kemoning, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem tertimbun longsor saat melakukan aktivitas menggali batu di bantaran sungai Lembah Taksu, Kargangasem, pada Senin (11/9) siang. Tiga orang di antaranya meninggal dunia.  

Tiga orang yang dinyatakan meninggal yakni, I Kadek Berata, I Kadek Pasek dan I Ketut Sueca. Sedangkan I Kadek Berata dan I Kadek Suardika selamat dari peristiwa tersebut. 

Ditemui di lokasi longsor, I Kadek Berata menceritakan insiden maut yang merenggut tiga nyawa rekannya itu. Ia dan tiga orang rekannya yakni I Kadek Berata, Kadek Pasek dan I Kadek Sueca sekitar pukul 09.00 datang ke Sungai Lembah Taksu untuk mencari batu sungai. Selajutnya, sekitar pukul 10.30 I Kadek Suardika datang menyusul. Dengan peralatan manual seperti skop, linggis dan cangkul, kelima orang tersebut melakukan aktivitas pencarian batu tabas. “Bekerja seperti biasa. Mencari batu. Tidak ada hal yang aneh,” ujarnya. 

Kelima orang ini pun melakukan penggalian pada tebing dengan ketinggian 25 sampai 30 meter. Selanjutnya, mereka sempat mengumpulkan beberapa batu di bawah tebing. “Kami naik ke atas mau mastiin ada atau tidaknya batu jenis tabas. Dan ternyata ada,” kata Berata. 

Sementara itu, I Ketut Sueca memilih untuk melakukan penggalian di bagian tengah tebing. Merasa tidak ada tanda-tanda longsor, mereka pun melanjutkan penggalian bebatuan di lokasi kejadian. Selanjutnya, I Kadek Suardika datang memberitahukan rekan-rekannya untuk istirahat makan dan minum. “Kami ngobrol biasa pas istirahat itu. Tidak ada tanda-tanda longsor,” ucap Berata. 

Mereka pun lalu melanjutkan pekerjaan. Sekitar pukul 12.30 setelah dua jam melakukan penggalian, tebing tersebut mengalami longsor. Tiga orang penggali yang ada di atas langsung ikut tertimbun material longsor yang terdiri dari bebatuan dan pasir serta pohon. “Saya dan Suardika terpental terkena hantaman pohon. Sementara tiga orang teman saya sudah tertimbun runtuhan longsor,” kata Berata yang mengalami luka bagian punggung dan kaki itu. 

Usai kejadian, ia pun sempat tak ingat apapun. Ia melihat tiga rekannya yang masih memiliki hubungan keluarga itu sudah tertimbun material longsor. “Saya langsung meminta bantuan warga ke atas,” paparnya. 

Kapolsek Bebandem, AKP I Nengah Sunia mengatakan, total korban meninggal dunia dalam insiden itu berjumlah tiga orang. Sementara dua orang lainnya mengalami luka. “Yang dua meninggal di lokasi. Satu lagi meninggal dalam perjalanan ke RSUD Karangasem,” sebutnya. 

Proses evakuasi terhadap para korban ini dilakukan dengan menggunakan alat berat. Namun, petugas cukup berhati-hati saat melakukan pencarian. “Kami melakukan evakuasi sangat hati-hati. Karena kondisi tebing masih labil,” tukasnya. (*)

Editor : Donny Tabelak
#longsor di Karangasem #pekerja tewas #karangasem #tertimbun longsor #Bebandem