AMLAPURA- Harga beras di Kabupaten Karangasem terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut bahkan sudah terjadi sejak tiga minggu terakhir.
Di pasar tradisional, harga besar pada Rabu (28/9) kemarin berkisar antara Rp 13 sampai 15 ribu per kilo. Untuk beras premium misalnya harganya mencapai Rp 15 ribu per kilo. Sedangkan untuk beras medium harganya Rp 14 ribu dan harga beras penggilingan mencapai Rp 13 ribu per kilo.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, Perdagangan Kabupaten Karangasem I Gede Loka Santika membenarkan harga beras di Karangasem mengalami kenaikan secara bertahap. “Sudah sejak tiga mingguan naik,” katanya.
Dia memperkirakan, kenaikan harga beras masih akan terus berlangsung mengingat cuaca saat ini tidak bersahabat dan berimbas pada tanaman padi. “Semoga harganya kembali normal,” kata Loka Santika.
Pejabat asal Kecamatan Kubu menambahkan, kenaikan harga beras ini dipicu lantaran kondisi kemarau panjang. Bahkan pihaknya memprediksi, kemarau ini akan berlangsung hingga awal tahun 2024 mendatang. “Karena kemarau itu, petani tidak bisa menanam padi karena kesulitan pasokan air. Makanya banyak petani yang beralih ke palawija,” jelasnya.
Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat di Karangasem mengkonsumsi kebutuhan lain. Seperti umbi, jagung, dan singkong. Atau campur beras dengan jagung, dan singkong. “Konsumsi berasnya diirit. Bisa dicampur dengan jagung atau ubi,” pintanya.
Hanya saja, dia memastikan ketersediaan beras di Karangasem hingga saat ini cukup aman. Pasokan beras dari luar Bali, seperti Jawa dan Lombok masih lancar. “Ketersediaan beras kami jamin aman. Kalau untuk beras di selip mungkin mulai menipis karena petani kita banyak beralih ke palawija,” ucap Loka Santika.
Mengatasi kondisi ini, pihaknya berencana akan menggelar operasi pasar murah yang bekerjasama dengan Bulog pada Oktober mendatang. “Kami siapkan 3 ton beras untuk operasi pasar ini. Tapi kami sampaikan ke Buloh kalau jumlah itu kurang, makanya kami minta ditambah jadi 5 ton,” pungkasnya. (*)
Editor : Donny Tabelak