AMLAPURA, Radar Bali.id- Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem terus berusaha meningkatkan produksi beras di Karangasem. Dalam waktu dekat, petani di Karangasem digembleng untuk mengembangkan tanaman padi salibu.
Kepala Distan, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Nyoman Siki Ngurah mengatakan padi salibu sendiri diklaim mampu meningkatkan produksi beras di Karangasem yang masih rendah.
Bahkan, dengan inovasi pengembangan padi salibu ini, bisa menambah produksi beras hingga 26.012 ton. “Padi salibu ini sekali tanam bisa sampai 2 atau 3 kali panen. Itu selang dua bulan jarak panennya,” ungkapnya.
Agar pengembangan jenis padi ini sukses, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan penyuluhan kepada kelompok tani di Karangasem.
Mulai dari cara tanam, perawatan dan cara memotong padi saat panen agar bisa tumbuh kembali untuk panen berikutnya. “Pupuk dan benih juga akan kami berikan. Kami sudah koordinasikan juga ke Provinsi,” terang Siki Ngurah.
Namun untuk mengembangkan padi salibu ini juga tidak mudah. Tantangan yang dihadapi yakni terkait mengubah perilaku tanam dari petani.
“Kami harus bisa meyakinkan para petani dulu. Karena ini juga inovasi baru. Kalau ini berhasil, kami optimis Karangasem bisa surplus,” imbuhnya.
Saat ini, produksi beras di Kabupaten Karangasem hanya 41.183 ton. Sedangkan kebutuhan konsumsi beras mencapai 67.195 ton. Dari jumlah tersebut, produksi beras di Karangasem masih kurang. [*]
Editor : Hari Puspita