AMLAPURA-Kebakaran lahan yang terjadi di Banjar Adat Juntal Kelod, Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Karangasem, pada Kamis (19/10) sempat membuat siswa dan guru panik. Hal itu lantaran kebakaran lahan berdekatan dengan sekolah SDN 4 Kubu yang hanya berjarak 40 meter saja.
Kepala SDN 4 Kubu I Gede Putu Suantara mengungkapkan, peristiwa kebakaran lahan diketahui sekitar pukul 11.00 Kamis siang. Saat itu proses belajar mengajar sedang berlangsung. “Titik api hanya berjarak sekitar 40 meter dari sekolah kami. Apalagi apinya sangat besar. Kami khawatir menjalar sampai ke sekolah. Sempat panik,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Mengantisipasi hal buruk terjadi, pihak sekolah langsung menghubungi Kepala Wilayah dan juga Babinsa untuk diteruskan melapor ke petugas pemadam kebakaran agar ditangani. “Karena siswa sempat berhamburan keluar untuk melihat api. Tapi kami larang agar tidak terjadi sesuatu,” jelasnya.
Tak lama berselang belasan warga datang untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Bahkan para guru yang ada di SDN 4 Kubu juga terlibat melakukan pemadaman. “Astungkara bisa mengurangi kobaran api dengan melakukan pemadaman secara gotong royong,” imbuh Suantara.
Suantara menambahkan, peristiwa tersebut tidak sampai menghentikan aktivitas belajar mengajar. “Berjalan normal. Asapnya juga tidak sampai ke sekolah karena arah angin berlawanan,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Damkartan Karangasem I Made Agus Budiyasa mengatakan, untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan di Banjar Adat Juntal itu, pihaknya menerjunkan lima orang personel. “Yang ke Kubu itu ada 12 orang. Yang 7 personel saat itu sedang melakukan pemadaman kebakaran lahan juga di Munti Gunung,” kata Budiyasa.
Armada damkar yang diterjunkan sebanyak tiga unit, dan menghabiskan 9000 liter air. ***
Editor : Donny Tabelak