AMLAPURA, radarbali.id- Penanganan infrastruktur di Tabanan buruk. Faktanya, jalan ambrol penyangga jembatan longsor (putus) yang menghubungkan dua kabupaten, antara Karangasem dan Klungkung akibat hujan deras pada bulan Juni 2023 lalu belum juga mendapat perbaikan dari Pemkab Klungkung.
Kondisi ini mengakibatkan puluhan banjar dari tiga desa meliputi Desa Tangkup, Wisma Kerta dan Sangkan Gunung yang berada di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem selama beberapa bulan ini terisolir. “
Tidak bisa dilalui kendaraan roda empat karena badan jalan putus akibat debit air Sungai Unda meluap imbas hujan tiada henti, sejak tiga bulan lalu, tepatnya 7 Juli 2023 lalu,” kata Ketua Pokdarwis Subak Umajero Sidemen, Kabupaten Karangasem I Gede Apriantara, Kamis (26/10).
Warga pun terpaksa harus memutar sejauh puluhan kilometer melalui dua jalur melalui Muncan dan Sidemen yang memerlukan waktu yang lebih lama. “Jarak tempuh sekitar 1 hingga 2 jam perjalanan untuk tiba di lokasi,” ucap Apriantara.
Dia menambahkan, kondisi ini sangat berdampak besar bagi warga yang bergerak pada sektor pariwisata. Para wisatawan enggan berwisata ke Sidemen, karena jalan penghubung putus. Selain itu, petani juga mengalami imbas yang sama, karena pengiriman hasil panen harus memutar untuk dibawa ke pasar.
“Padahal jika akses jalur ini lancar cuma perlu waktu 5 menit saja ke lokasi,” terangnya.
Baca Juga: Jembatan Ambiarsari, Melaya, Jembrana, yang Rusak akibat Banjir akhirnya Diperbaiki
Pihaknya berharap, pemerintah diminta turun tangan untuk segera melakukan perbaikan jalan jebol lantaran akses jalan tersebut merupakan jalur alternatif tercepat dari daerah Sidemen menuju arah Kabupaten Klungkung.
“Kondisi ini membuat perekonomian tersendat tidak bisa membawa barang pembangunan dan juga wisatawan enggan kesini, karena akses jalan terputus,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan