AMLAPURA, radarbali.id - Dalam kurun waktu sebulan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur mencatat, ribuan hektar hutan lindung di lereng Gunung Agung hangus terbakar.
Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan, masih ada beberapa titik api yang terpantau menyala di Lereng Gunung Agung dan belum bisa dipadamkan secara tuntas. Bahkan ditengah cuaca panas saat ini, kebakaran lereng Gunung Agung berpotensi meluas.
“Masih berpotensi terus terjadi kebakaran. Karena kondisi cuaca masih panas. Kadang pagi tidak terlihat, siang terlihat, atau malam. Tidak tentu,” ujarnya dikonformasi Jumat (27/10/2023).
Untuk pemadaman menggunakan air tidak memungkinkan, mengingat medan cukup berat. Sehingga petuga hanya bisa melakukan pemadaman dengan cara membuat sekat dan juga melakukan pemadaman dengan memukul langsung titik api. “Setidaknya ada harapan agar tidak menyebar apinya,” imbuh Arimbawa.
Berdasarkan data dari KPH Bali Timur, sekitar 1.048 hektar hutan lindung di Lereng Gunung Agung terbakar. Dari data itu, 625 hektare terjadi di wilayah RPH Kubu dan 423 hektare di wilayah RPH Daya.
“Semoga bisa cepat turun hujan, sehingga api bisa padam secara total. Kami juga sempat usulkan pemadaman hujan buatan ke BNPB tapi belum ada kabar,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan