Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Harga Cabai dan Bawang di Karangasem Bali Meroket, Ternyata Ini Penyebabnya…

Zulfika Rahman • Sabtu, 4 November 2023 | 04:05 WIB
Salah seorang pedagang di Pasar induk Amlapura Timur, Jumat (3/11). Ia mengaku harga cabai dan bawang naik.
Salah seorang pedagang di Pasar induk Amlapura Timur, Jumat (3/11). Ia mengaku harga cabai dan bawang naik.

AMLAPURA-Harga bahan masakan, seperti cabai rawit dan bawang merah mengalami kenaikan. Kenaikan harga yang cukup drastis tersebut diduga dampak kekeringan yang terjadi dibeberapa wilayah dan mengakibatkan panen tak maksimal. 

Di Pasar induk Amlapura Timur misalnya, harga cabai rawit atau kecil yang sebelumnya Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 75 ribu per kilogram.

Sementara itu, untuk bawang merah dari yang sebelumnya Rp 13  ribu kini meningkat menjadi Rp 22 ribu per kilogramnya. “Kenaikannya sudah dari dua mingguan. Naiknya bertahap,” kata salah seorang pedagang, Ni Kadek Sri ditemui Jumat (3/11). 

Tak hanya cabai kecil dan bawang merah saja yang mengalami kenaikan. Cabai besar juga naik dari yang sebelumnya Rp 36 ribu kini mencapai Rp 42 ribu.

Pedagang asal Kelurahan Karangasem ini menduga, meroketnya harga cabai dan bawang merah akibat imbas dari cuaca kemarau panjang. Kondisi ini membuat tanaman cabai dan bawang rusak dan panen tak maksimal. “Karena memang ketersediaan sedikit. Banyak petani gagal panen. Makanya harganya mahal,” imbuhnya.  

Kondisi ini juga mempengaruhi penjualan. Konsumen banyak yang mengurangi jumlah pembelian. “Yang biasanya beli satu kilo, karena harga naik, cuma beli setengah. Ada juga cuma membeli seperempat,” ungkap Sri. 

Pihaknya berharap agar harga cabai dan bawang kembali stabil sehingga penjualan juga normal. “Saya juga tidak berani mengambil banyak, takut membusuk. Ya semoga kembali normal harganya,” tandasnya.  

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM,  Perindustrian,dan Perdagangan Karangasem, I Gede Loka Santika mengungkapkan, tingginya harga cabai dan bawang di pasaran akibat cuaca kemarau yang terlalu panas. Kondisi ini membuat tanaman tidak berbuah maksimal bahkan banyak yang rusak. “Jadi berpengaruh pada produksinya. Informasinya di Klungkung juga produksi cabai menurun,” kata Loka Santika. 

Pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian, memang ditemukan sejumlah petani yang tidak bisa panen maksimal akibat hasil panen rusak.

Seperti yang terjadi di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, sejumlah petani mengeluh akibat tanaman cabainya rusak. Saat memasuki musim panen, banyak buah cabai yang layu, kering hingga membusuk. ***

Editor : Donny Tabelak
#gagal panen #harga cabai meroket #cabah mahal #kekeringan