AMLAPURA- Lima hari setelah kebakaran hebat yang meludeskan bangunan kios di Pasar Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, membuat belasan pedagang tak punya penghasilan. Para korban kebakaran yang barang daganganya ludes berharap bisa jualan lagi.
Perbekel Desa Menanga, I Made Hendra Sagita mengatakan, garis polisi yang sempet membentang di sepanjang kios pasar kini telah dibuka.
“Para pedagang ini ingin segera berjualan lagi. Karena itu satu-satunya sumber penghasilan mereka,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (10/11).
Namun sebelum diizinkan kembali berjualan, pihak desa adat Menanga berencana menggelar upacara guru piduka di beberapa pura kahyangan tiga yang ada di Desa Adat Menanga.
“Ada empat titik. Dimulai hari ini (kemarin). Setelah itu baru kami akan gotong royong bersih-bersih sisa puing kebakaran,” terangnya.
Delapan belas pedagang yang terimbas kebakaran itu sempat diminta berjualan di sebelah selatan pasar. Namun para pedagang menolak dengan alasan lokasi tersebut sepi. “Mereka maunya melapak di depan kios yang terbakar itu,” imbuhnya.
Pihaknya pun telah membuat proposal untuk mengsulkan bantuan ke Provinsi atas musibah yang dialami para pedagang tersebut.
Akibat peristiwa itu, mengakibatkan kerugian hingga Rp 642 juta. “Paling banyak penjual perhiasan emas,” kata Sagita.
Diakuinya, sejumlah pedagang yang terimbas saat ini juga mengalami kendala pendanaan untuk memulai usahanya.
“Tapi mereka akan berusaha, mungkin dengan mencari pinjaman. Yang penting bisa jualan dulu,” pungkasnya. ***