Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kecelakaan Maut Rombongan Pemedek, Laju Minibus 80 Km Perjam Dijalan Menurun, Begini Pengakuan Sang Sopir

Zulfika Rahman • Senin, 20 November 2023 | 16:00 WIB
KERCEPATAN TINGGI: Minibus yang celaka di Desa Nongan, Rendang Karangasem yang menewaskan 6 pemedek
KERCEPATAN TINGGI: Minibus yang celaka di Desa Nongan, Rendang Karangasem yang menewaskan 6 pemedek

AMLAPURA, radarbali.id -  Sopir minibus kecelakaan maut yang menewaskan enam orang di Banjar Dinas Sigar, Desa Nongan, Kecamatan Rendang akhirnya menjalani pemeriksaan perdana. Sang sopir yakni I Gede Dana, 62, dalam pemeriksaan itu mengaku lalai saat mengemudikan minibus DK 7075 SY itu hingga hilang kendali.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan Polres Kadangasem pada Minggu (19/11) kemarin, I Gede Dana mengaku saat melarikan kendaraan tersebut melaju cukup kencang. Sebelum memasuki arah turunan di Bangbang Bangli, laju kendaraan di atas 80 km perjam.

“Dari awal memang sudah ngebut. Karena kondisi ngebut itu, saat turunan tidak bisa menguasai kendaraan dan menyebabkan kecelakaan,” kata Kasat Lantas Polres Karangasem, AKP I Komang Saptapramana. 

Bahkan, sebelum melintas di jalan turunan yang cukup curam itu, kepada polisi, Gede Dana mengaku sempat mengalami beberapa permasalahan. Seperti tidak konsentrasi, mengalami oleng yang membuat penumpang di dalam minibus itu berteriak histeris.

“Jadi panik, sampai minibus itu terguling dan menghantam kendaraan truk yang parkir,” jelasnya.

Namun, hingga saat ini, polisi belum menetapkan sopir minibus itu menjadi tersangka. Pihaknya masih akan melakukan gelar perkara, dan melengkapi proses administrasi. “Kami akan melakukan koordinasi dengan Polda Bali juga untuk kelengkapan adimistrasi penyelidikan dan langkah yang diambil,” ungkap Sapta.

Karena belum ditetapkan tersangka, sopir yang tinggal di Buleleng itu diizinkan pulang ke rumah. “Beliau kan masih belum pulih benar. Masih menjalani pengobatan juga. Kami masih izinkan pulang,” imbuhnya.

Mantan Kasat Lantas Polres Powohuto, Gorontalo itu juga mengaku akan memanggil ahli mekanik sesuai dengan merek kendaraan untuk melakukan pengecekan terhadap minibus tersebut untuk mengetahui secara pasti apakah minibus mengalami rem blong atau tidak.***

Editor : M.Ridwan
#sopir #pemedek #polres karangasem #kecelakaan maut #minibus #rombongan