AMLAPURA, Radar Bali.id- Pemkab Karangasem terus melakukan sosialisasi untuk menekan angka kemiskinan di Karangasem.
Bupati Karangasem, I Gede Dana mengataka, tingginya angka kemisikan di Karangasem juga disumbang oleh kemiskinan kultural. "Kami terus berupaya memberi pemahaman ke masyarakat agar kemiskinan kultural ini tidak terus meningkat," ujarnya belum lama ini.
Gede Dana mengungkapkan, kemiskinan kultural sendiri merupakan bentuk kemiskinan yang disebabkan oleh budaya dan kebiasaan yang terjadi di masyarakat.
Budaya dan kebiasaan tersebut dapat berupa gaya hidup seperti foya-foya, malas, tidak punya etos kerja, tidak mau belajar, dan enggan berpartisipasi dalam pembangunan. "Ini bisa menurunkan motivasi dan potensi seseorang untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan lingkungannya," tuturnya.
Gede Dana menambahkan, kemiskinan kultural perlu diatasi agar angka kemiskinan tidak semakin bertambah. Beberpaa di antaranya meningkatkan kualitas hidup, menghindari konflik sosial.
Dirinya mencontohkan, selain dengan memberikan sosialisasi atau pemahaman mengenai kemiskinan kultural itu sendiri, bisa juga dengan memberikan bantuan ekonomi termasuk pelatihan dan pendidikan, fasilitas sosial yang diikuti dengan dukungan psikososial, pengakuan juga penghargaan.
"Makanya kami gandeng PHDI untuk mengedukasi masyarakat agar kemiskinan kultural ini bisa ditekan," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita