AMLAPURA- Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor rekreasi dan olahraga air di Karangasem tak tercapai dari target yang ditentukan. Dugaan kebocoran pun menguap jadi pemicu target tak tercapai.
Target pendapatan dari sektor tersebut terpasang dengan nilai Rp 2 miliar lebih. Namun hingga bulan Desember, ini baru terealisasi Rp 1,4 miliar lebih.
Untuk kunjungan sendiri, dari rafting, diving dan snorkling mengalami peningkatan setiap bulan. Bahkan mencapai ribuan wisatawan.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata (Disbudpar) Karangasem, I Putu Eddy Surya Arta, mengatakan, tidam tercapaianta target pendapatan dari sektor rekreasi dan olahraga itu dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adanya kebocoran saat pemungutan retribusi.
"Setiap hari wisatawan yang berkunjung lumayan banyak. Tapi target setiap tahun dari sektor ini tak tercapai. Kemungkinan ada kebocoran," ujarnya dikonfirmasi belum lama ini.
Diakuinya, realisasi retribusi dari sektor tersebut cukup kecil. "Tapi kalau dibanding tahun lalu, sekarang lebih meningkat. Tapi memang tidak tercapai target," imbuh mantan Camat Manggis ini.
Untuk realisasi tahun 2022 lalu hanya mencapai Rp 804 juta lebih atau hanya 40,1 persen dari target yang ditentukan yakni Rp 2 miliar lebih.
Mengantisipasi kebocoran ini, Pemkab Karangasem akan mengalihkan pungutan retribusi menjadi pajak pada 2024 mendatang. Nantinya kewenangan akan dialihkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD).
"Jadi tahun 2024 sudah beralih menjadi pajak daerah, nanti kewenangan bukan kami lagi, tapi sudah menjadi kewenangan BPKAD," tandasnya. ***
Editor : Donny Tabelak