Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Musim Hujan, Tomat dan Cabai Meroket di Pasar Rakyat Karangasem, Ini Harga Terkini

Zulfika Rahman • Selasa, 6 Februari 2024 | 06:35 WIB
HARGA MERANGKAK NAIK : Pedagang bumbu dapur di Pasar Karangsokong, Subagan. (Foto zulfika rahman/radar bali)
HARGA MERANGKAK NAIK : Pedagang bumbu dapur di Pasar Karangsokong, Subagan. (Foto zulfika rahman/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Musim hujan berlangsung sejak sebulan terakhir mengakibatkan sejumlah sayur, bumbu dapur, mengalami kenaikan. Beberapa di antaranya yang mengalami kenaikan, seperti tomat dan cabai besar.

Salah seorang pedagang bumbu dapur di pasar Karangsokong, Subagan, Desar Ratna mengatakan, kenaikan tomat dan cabai besar terjadi sejak seminggu terakhir. "Kenaikannya bertahap," ujarnya ditemui Minggu (4/2/2024).

Untuk harga tomat sendiri kata dia, normalnya diharga Rp 18 ribu per kilo. Namun sejak seminggu terakhir mengalami kenaikan menjadi Rp 22 ribu per kilonya.

 Baca Juga: Harga Cabai Naik Setara Daging, Petani Buleleng Pilih Panen Lebih Awal

Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada cabai besar. Dari yang sebelumnya Rp 58 ribu perkilo, saat ini mencapai Rp 70 ribu per kilo. "Karena mahal jadi susah jualnya," sebutnya.


Akibat kenaikan harga itu, penjualan cabai besar miliknya menurun hingga 50 persen. Pasalnya, kebanyakan konsumen mengurangi pembelian cabai besar. "Yang biasanya beli sekilo jadi setengah atau kurang dari itu," ucap Desak Ratna.

Ia berharap, harga cabai besar kembali stabil sehingga penjualan bisa kembali normal. 


Dari informasi yang didapat, kenaikan harga cabai besar dan tomat itu terjadi akibat cuaca hujan yang cukup intens terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Dampaknya, banyak tanaman cabai dan tomat membusuk. "Kalau saya juga mau mengambil banyak, penjualan turun. Belum lagi risiko busuk. Makanya saya juga mengurangi mengambil cabai dan tomat dari pengepul," tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#radar bali #tomat #pasar rakyat