AMLAPURA, Radar Bali.id- Pohon jenis pule berusia puluhan tahun di Banjar Dinas Bubug Kelod, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem tumbang pada Selasa (20/2/2024). Pohon tersebut tumbang menimpa penyengker dan pelinggih Pura Bagus Pande Pasujan hingga mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, peristiwa tumbangnya pohon pule tersebut terjadi pukul 07.00 Selasa pagi. "Ya tumbang dan menimpa penyengker serta pelinggih hingga mengakibatkan kerusakan cukup parah," ujarnya saat dikonfirmasi kemarin.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut mengingat saat kejadian, kondisi pura tengah sepi dari aktivitas persembahyangan.
Disinggung peyebab tumbangnya pohon tersebut, Arimbawa menyebut usia pohon yang sudah tua mencapai puluhan tahun. Sehingga saat diterpa angin kencang, membuat pohon dengan diamter 60 cm itu tumbang."Karena usia membuat akarnya lapuk. Kami sudah lakukan asesmen," kata Arimbawa.
Kepala BPDB Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan,pohon pole tumbang karena sudah tua. Akarnya lapuk, serta diterpa angin kencang.
"Tadi kita melaksanakan asesmen didampingi Kepala Desa, Kepala Dusun, berserta Ketua Pengempon Pura Bagus Pande Pasujan,"jelas Arimbawa.
Arimbawa menjelaskan, dari keterangan pengempon pura, rencananya akan melakukan gotong royong untuk membersihkan dan memperbaiki kerusakannya. "Rencananya hari Minggu mau gotong royong karena sebagian besar anggota di pura tersebut tinggal di luar Karangasem," bebernya.
Akibat kejadian itu mengakibatkan kerugian hingga Rp 25 juta rupiah. Di tengah musim hujan ini, pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati terhadap ancaman bencana alam.
Seperti pohon tumbang, longsor hingga banjir. "Seperti pohon yang usianya tua itu harus diwaspadai. Selain itu juga ketika hujan bagi warga yang tinggal diketinggian agar bergeser mencari tempat aman menghindari kejadian yang tidak diinginkan," imbuh pejabat asal Buleleng ini.
Dari data yang dihimpun BPBD Karangasem, sejak memasuki tahun 2024 hingga saat ini, jumlah pohon tumbang tercatat mencapai 95 kasus yang tersebar di beberapa Kecamatan.
"Total dari hitungan sementara sampai saat ini mengakibatkan kerugian hingga Rp 1,5 miliar. Namun tidak ada korban jiwa. Semoga tidak ada," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita