Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Gegara Volume Sampah di Karangasem Naik 10 Ton Per Hari, Ini Penyebabnya Menurut DLH

Zulfika Rahman • Rabu, 28 Februari 2024 | 21:50 WIB
TERONGGOK DI PINGGIR JALAN : Tumpukan sampah yang terlihat di Jalan Nenas, sat difoto Selasa (27/2/2024). (zulfika rahman)
TERONGGOK DI PINGGIR JALAN : Tumpukan sampah yang terlihat di Jalan Nenas, sat difoto Selasa (27/2/2024). (zulfika rahman)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Volume sampah di perkotaan Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan hingga 50 persen jelang perayaan Hari Raya Galungan.

Sampah tersebut didominasi jenis dedaunan untuk kebutuhan upacara. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem I Nyoman Tari mengatakan naiknya volume sampah ini menjadi hal yang rutin setiap menjelang Galungan dan Kuningan.

“Kalau tiap Galungan ya sampah didominasi canang, bekas janur untuk sarana upacara,” katanya Rabu (27/2/2024).

Kenaikan volume sampah sendiri terjadi H-2 Galungan. “Biasanya kondisi ini terjadi sampai tiga hari setelah Galungan,” ucap Tari. 

Untuk hari-hari biasa, volume sampah yang yang diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Butus itu sebanyak 40 ton. “Kalau ada hari raya keagamaan naik 20 sampai 30 ton per hari,” imbuhnya.

Pihaknya menambahkan, untuk mengantisipasi penumpukan sampah di perkotaan, petugas yang selama ini melakukan pengiriman sampah menuju ke TPA Butus terpaksa bekerja dua kali. Selain itu, Dinas LHK Karangasem juga mengerahkan 25 armada truk sampah. 

"Biasanya untuk satu truk melakukan pengiriman satu kali sedangkan saat Galungan pengiriman sampah ke TPA dikakukan dua kali. 

Tari juga menambahkan, setiap hari raya Galungan volume sampah di perkotaan Karangasem memang selalu mengalami peningkatan.

Hal serupa juga akan terjadi lagi saat hari raya Kuningan. Sehingga pihaknya sudah menyiapkan antisipasi karena menjadi hal yang rutin.

“Ketika hari raya atau upacara keagamaan pasti terjadi peningkatan. Makanya kami sudah antisipasi. Kalau masih ada terlihat tumpukan sampah di beberapa titik, itu mungkin ada masyarakat yang membuang sampah di luar jam pengambilan,” sebutnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#hari raya #galungan dan kuningan #sampah #karangasem