Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BPBD Karangasem Siapkan Peranti Hadapi Kepungan Bencana Longsor dan Banjir

Zulfika Rahman • Sabtu, 8 Juni 2024 | 21:40 WIB
BERSIHKAN MATERIAL : Proses pembersihan material pasir dan kerikil yang menutup seluruh badan jalan di Sanghyang Ambu, Desa Bugbug, akibat hujan deras. (zulfika Rahman/radar bali)
BERSIHKAN MATERIAL : Proses pembersihan material pasir dan kerikil yang menutup seluruh badan jalan di Sanghyang Ambu, Desa Bugbug, akibat hujan deras. (zulfika Rahman/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem sejak Jumat dini hari kemarin (7/6/2024) mengakibatkan sejumlah bencana alam. Mulai dari tanah longsor hingga banjir.


Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa mengatakan, sejak hujan turun pada Jumat dini hari hingga sore, mebgakibatkan sejumlah bencana.

Dari laporan yang diterima pihak BPBD, terdapat tujuh titik bencana alam. "Ada tanah longsor dan banjir," kata Arimbawa.


Dari tujuh titik longsor tersebut, terparah terjadi di jalur Sanghyang Ambu Desa Bugbug. Jalur utama menuju Karangasem-Denpasar itu tertutup material secara keseluruhan dengan kondisi aliran air yang cukup deras.

"Longsor ini karena ada jalan tanah yang ada di atas jebol akibat intensitas hujan cukup lebat dan lama. Material dari atas turun tergerus hingga menyebabkan jalan tertutup," jelasnya.


Dari tujuh titik bencana, ada sejumlah rumah warga yang rusak. Di Desa Bugbug sendiri kata Arimbawa terdapat lima KK yang diungsikan akibat rumah kemasukan air. Selain itu ada juga laporan rumah warga yang rusak. "Untuk mengantisipasi bencana susulan, kami minta mengungsi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Astungkara sejauh ini tidak ada korban jiwa," ungkapnya. 


Material pasir bercampur kerikil yang menutup jalur Sanghyang Ambu mengakibatkan kemacetan panjang. Mengingat jalur tersebut merupakan jalur utama Karangasem-Denpasar dan sebaliknya.

 "Untuk memepercepat agar pembersihan material, kami mengerahkan satu alat berat," imbuh pejabat asal Buleleng ini.


Sementara itu Kasat Lantas Polres Karangasem, AKP I Komang Sapta Pramana mengatakan, material yang menutup badan jalan di Sanghyang Ambu menyebabkan kemacetan sepanjang 2 kilometer. Untuk itu, pihaknya meminta kendaraan terutama roda empat dan kendaraan besar untuk memarkir kendaraannya.

"Kami minta untuk parkir dengan baik di tempat aman. Sebenarnya setelah dibersihkan bisa dilalui. Tapi diprioritaskan untuk kendaraan roda dua," jelasnya.
Kemacetan tersebut terjadi dua arah. Kendaraan dari Karangasem yang akan menuju Denpasar, dan arah sebaliknya.

 "Jalur alternatif ada. Yang dari Denpasar bisa mengambil arah ke Sidemen dari Klungkung. Tapi lumayan panjang. Kalau yang sudah terjebak di Sanghyang Ambu, kami minta untuk menunggu dengan memarkir kendaraannya," tandasnya. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#bencana #banjir #karangasem #bpbd